Senin 22 Jun 2020 07:53 WIB

Gugus Tugas Kirim Alat Kesehatan untuk 168 Ponpes di Jatim

Bantuan ini menjelang kembalinya para santri untuk belajar di ponpes.

Petugas medis menata hasil tes diagnostik cepat atau rapid test di Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur, Kamis (18/6/2020). Tes diagnostik cepat tersebut dilakukan bagi para santri sebelum kembali mengikuti aktivitas pendidikan di pondok pesantren setelah libur panjang akibat COVID-19.
Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Petugas medis menata hasil tes diagnostik cepat atau rapid test di Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur, Kamis (18/6/2020). Tes diagnostik cepat tersebut dilakukan bagi para santri sebelum kembali mengikuti aktivitas pendidikan di pondok pesantren setelah libur panjang akibat COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur telah mendistribusikan bantuan alat kesehatan untuk 168 pondok pesantren untuk mengantisipasi penularan virus corona di lingkungan setempat.

"Bantuan ke pondok pesantren bertahap, dan ini menjelang kembalinya para santri untuk kegiatan belajar mengajar di era normal baru," ujar Ketua Gugus Tugas Promotif Preventif Penanganan Covid-19 Jatim Suban Wahyudiono, Ahad (21/6) malam.

Bantuan yang diserahkan antara lain masker kain, alat penyemprot disinfektan, baju hazmat, alat pengukur suhu badan, cairan pembersih tangan, kaca mata, alat pelindung wajah, tempat cuci tangan, vitamin C, paket kebutuhan pokok dan lainnya.

Bantuan tersebut diharapkan membuat pengasuh dan para santri bisa menerapkan pendisiplinan protokol kesehatan sehingga bisa menjadi Pesantren Tangguh.

Suban yang juga kepala pelaksana BPBD Jatim itu menyampaikan, khusus terkait protokol kesehatan yang harus diterapkan di lingkungan pondok pesantren, Gubernur Jatim juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 188/3344/101.1/2020 tentang Pelaksanaan Kembalinya Santri ke Pondok Pesantren dalam Masa Darurat Covid-19 di Jatim tertanggal 29 Mei 2020.

Dalam surat edaran tersebut ditegaskan proses kembalinya santri ke pondok pesantren harus dilakukan secara hati-hati dengan menjadikan kaidah keselamatan jiwa dan raga (hifdzun nafs) sebagai prinsip utama dalam penerapan protokol kesehatan.

Sementara itu, berdasarkan data sebaran Covid-19 di Jatim per Ahad (21/6) malam, terdapat tambahan 84 kasus baru untuk pasien terkonfirmasi positif sehingga secara keseluruhan mencapai 9.528 orang.

Sedangkan, pasien terkonversi negatif atau sembuh bertambah 66 orang sehingga totalnya mencapai 2.855 orang dan kasus meninggal dunia bertambah 13 orang yang secara keseluruhan berjumlah 731 orang.

Khusus pasien sembuh paling banyak adalah Kota Surabaya yang bertambah 36 orang dan secara keseluruhan sebanyak 1.595 orang telah diperkenankan pulang. Berikutnya, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Jatim mencapai 9.250 orang, serta orang dalam pemantauan (ODP) saat ini sebanyak 27.754 orang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement