Jumat 19 Jun 2020 04:41 WIB

Strategi yang Tepat Jadi Resep Sukses Najib Wahab Mauluddin

SDM yang kuat, kata dia, juga merupakan pondasi dari keberhasilan.

Perencanaan bisnis/ilustrasi
Foto: gainesvillechamber.com
Perencanaan bisnis/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Entrepreneur muda, Najib Wahab Mauluddin, membagikan resep suksesnya. Saat ini, ia menjelma menjadi seorang pengusaha muda di banyak sektor. Mulai dari infrastuktur, logistik, alat berat dan  food nnd baverage yang beromset ratusan miliar. 

Kini Najib menyentuh bisnis ritel minuman kekinian. Ide bisnisnya berawal dari merebaknya fenomena minuman kekinian, 'boba'. Kata 'boba' sudah tak asing didengar masyarakat Indonesia, terutama di kalangan muda.

Berawal dari keinginannya agar masyarakat di kelas bawah bisa merasakan minuman mewah tetapi tidak perlu mahal, seperti slogannya. Ia kemudian meluncurkan merek Teguk.

Menurut Najib, tahun 2018, ia mulai merintis Teguk lewat gerai kecil yang ia buka di bilangan Tangerang. Kini, Teguk diklaimnya telah memiliki ratusan outlet di daerah Jabodetabek, Bandung, dan, Surabaya. 

Menu minuman yang biasa dijajakan di mal pun berhasil ia suguhkan untuk segmen bawah. Harga yang dipatok untuk minuman tersebut yaitu mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 19.000. 

SDM yang kuat, kata dia, juga merupakan pondasi dari keberhasilan Teguk, itu karena ia mempunyai tempat pelatihan sendiri.

"Yang membedakan minuman kita itu , yang pertama mewah tapi murah. Yang kedua rasa yang kita punya tidak kalah dengan rasa yang ada di mall dengan kualitas sama. Yang ketiga keu bisa langsung berkomunikasi dengan kustomer, bisa melihat langsung cara pembuatannya," kata Najib Wahab saat berbincang, Kamia (18/6).

photo
Entrepreneur muda, Najib Wahab Mauluddin. - (Dok. Pri)

Selain harga yang terbilang murah dan rasa yang bisa bersaing dengan produk sejenis, Najib juga menyatalam punya cara sendiri memastikan Teguk bisa berkembang dan bertahan hingga saat ini. Salah satunya adalah pada sisi gerai yang unik.

“Meski mengusung semangat kaki lima lewat harga yang terjangkau, namun untuk urusan tempat atau kedai penjualan, Teguk memiliki perbedaan tersendiri dari brand kaki lima lainnya. Teguk dijajakan melalui gerai yang mirip dengan gerai pinggir jalan, namun dengan desain seperti suasana di Mal," ungkapnya.

Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, ia juga menggandeng perusahaan aplikasi agar Teguk bisa tersedia di aplikasi-aplikasi order daring sehingga makin memudahkan pelanggannya tanpa keluar rumah. 

"Bekerjasama dengan salah aplikasi online saya sangat optimis di tahun 2020 ini akan mampu membangun lebih dari 500 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia, dan berbicara ekspansi keluar negeri, Teguk pun sudah memiliki tujuan untuk ke sana. Namun, Teguk akan fokus terlebih dahulu di dalam negeri," terang Najib.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement