Jumat 12 Jun 2020 18:17 WIB

BMKG: Potensi Curah Hujan Tinggi Terjadi Wilayah Sultra

Iklim ekstrim dengan curah hujan tinggi berpotensi terjadi selama seminggu ke depan

Hujan deras/ilustrasi
Foto: Flickr
Hujan deras/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengeluarkan peringatan dini waspada iklim ekstrim di beberapa wilayah kabupaten/kota di daerah itu.

Forecaster on Duty BMKG UPT Stasiun Klimatologi Konawe Selatan, Nur Wiryanti Sih Antomo mengatakan iklim ekstrim dengan curah hujan tinggi berpotensi terjadi selama seminggu ke depan di sembilan daerah di Sultra.

"Potensi curah hujan kategori tinggi lebih dari 150 mm/dasarian dapat terjadi selama seminggu ke depan dengan potensi waspada di daerah Kabupaten Buton, Buton Utara, Kolaka Utara, Konawe, Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, Konawe Utara, Muna dan Kota Kendari," kata Nur dalam siaran pers BMKG Sultra, yang diterima, Jumat.

Ia mengungkapkan bahwa pada pertengahan Juni 2020, wilayah Sulawesi Tenggara diprediksi berpeluang tinggi mengalami curah hujan kategori menengah atau 51–150 mm/dasarian dan curah hujan kategori tinggi atau 151-300 mm/dasarian.

Secara umum, kata dia, wilayah Sulawesi Tenggara pada pertengahan Juni hingga pertengahan Juli 2020 diprakirakan akan mengalami curah hujan kategori Menengah, yakni 51-150 mm/dasarian.

"Pertengahan Juni 2020, untuk wilayah Konkep, Kendari, Butur, Buton, sebagian Kolut, Konut, Konawe, Konsel, Muna, dan Wakatobi diprakirakan akan mengalami curah hujan kategori tinggi yakni 151-300 mm/dasarian.

Sedangkan pada akhir Juni hingga pertengahan Juli, kata dia, curah hujan diprakirakan akan cenderung menurun terutama di bagian selatan wilayah Sulawesi Tenggara dengan curah hujan kategori rendah yakni 21-50 mm/dasarian, yakni daerah Bau-Bau, Buton, BUSEL, BUTENG, Kep. Wakatobi, Muna, Mubar, Bombana, dan sKolaka, Koltim dan Konsel.

"Seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara diharapkan terus waspada terhadap potensi hujan lebat, petir, dan angin kencang yang mungkin terjadi di musim penghujan. Pastikan update informasi cuaca atau iklim yang anda dapatkan dari sumber terpercaya di akun-akun resmi BMKG," pungkasnya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement