Rabu 10 Jun 2020 00:03 WIB

Warga Mojokerto Diminta Jangan Salah Persepsikan Normal Baru

Normal baru harus dipahami sebagai sebuah bentuk baru kedisiplinan protokol kesehatan

Normal Baru (Ilustrasi).
Foto: ANTARA/MUHAMMAD IQBAL
Normal Baru (Ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur meminta kepada masyarakat agar tidak salah mempersepsikan instruksi tatanan hidup baru atau normal baru dalam rangka mengantisipasi penyebaran COVID-19.

Bupati Mojokerto Pungkasiadi mengatakan normal baru harus dipahami sebagai sebuah bentuk baru kedisiplinan protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi COVID-19.

"Masyarakat harus mengerti dan tidak salah kaprah, terhadap definisi sesungguhnya normal baru," katanya.

Ia mengemukakan normal baru adalah bagian dari upaya untuk hidup produktif, dengan tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari, mengingat hingga saat ini pandemi COVID-19 tidak dapat diprediksi kapan akan berakhir.

Bupati Mojokerto juga terus memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) kepada kampung tangguh yang ada di kabupaten setempat agar masyarakat tidak abai dalam menyikapi kebijakan normal baru.

"Masih banyak yang menganggap kalau normal baru itu sudah pulih semua. Padahal, tidak seperti itu. Daerah wisata Pacet-Trawas baru-baru ini, bahkan sangat ramai dikunjungi masyarakat," katanya.

Ia mengaku khawatir, mengingat data terakhir pasien positif COVID-19 di Kabupaten Mojokerto mencapai 60 orang. "Kami tidak tahu siapa yang membawa virus ini. Saat ini yang bisa kita lakukan adalah patuh terhadap protokol kesehatan, tidak boleh abai. Mulai pakai masker, jaga jarak fisik, rajin cuci tangan, di rumah saja jika tidak ada hal yang mendesak," tuturnya.

Ia menambahkan pada hari ini Pemkab Mojokerto menerima 500 paket bantuan sembako dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mojokerto. Tiap paket terdiri dari 5 kg beras, 1 kg gula pasir, 1 liter minyak goreng, serta 5 bungkus mie instan.

Bantuan diserahkan Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jatim Dodo Suharto didampingi Kepala Kantor Cabang BPJS Mojokerto Dwi Endah Aprilistyani di Pringgitan rumah dinas bupati.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement