Selasa 09 Jun 2020 10:21 WIB

Pemerintah Diminta Gencarkan Sosialisasi Protokol Kesehatan

Rumah ibadah diharapkan menerapkan protokol kesehatan ini.

Seorang umat Katolik berdoa ketika mengikuti Ibadah Jumat Agung di Gereja Katedral Surabaya, Jawa Timur, Jumat (10/4/2020). Ibadah untuk mengenang sengsara dan wafatnya Yesus tersebut disiarkan secara langsung melalui dalam jaringan agar umat Katolik melakukan ibadah dari rumahnya masing-masing guna mencegah penyebaran Virus Corona (COVID-19)
Foto: ANTARA/Zabur Karuru
Seorang umat Katolik berdoa ketika mengikuti Ibadah Jumat Agung di Gereja Katedral Surabaya, Jawa Timur, Jumat (10/4/2020). Ibadah untuk mengenang sengsara dan wafatnya Yesus tersebut disiarkan secara langsung melalui dalam jaringan agar umat Katolik melakukan ibadah dari rumahnya masing-masing guna mencegah penyebaran Virus Corona (COVID-19)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah diharapkan terus menggencarkan sosialisasi panduan protokol kesehatan dalam kegiatan keagamaan di rumah ibadah pada masa new normal pandemi COVID-19. Direktur Eksekutif Rumah Milenial Indonesia (RMI) Defli Yuandika mengatakan, protokol kesehatan harus diterapkan agar tidak terjadi penularan di dalam rumah ibadah.

Menurut Defli, setiap lembaga keagamaan dan rumah ibadah harus menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Masyarakat juga harus tetap waspada, menggunakan masker, dan menjaga jarak selama beribadah agar tempat ibadah tidak menjadi pusat penularan COVID-19 baru di masa new normal.

"Pada kegiatan 'Doa dan Solidaritas Untuk Bangsa' yang dilaksanakan Rumah Milenial Indonesia dan Prima Institute pada tanggal 1 Juni lalu, kita sepakat bahwa tokoh agama dan generasi muda lintas agama harus menjadi contoh bagaimana masyarakat Indonesia yang majemuk dapat tetap optimis dan bergotong royong di masa pandemi," kata Defli di Jakarta, dalam keterangannya, Selasa (9/6).

Sebelumnya, dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila dan membangun solidaritas sesama anak bangsa, Rumah Milenial Indonesia dan Prima Institute pada tanggal 1 Juni 2020 mengadakan kegiatan Doa dan Solidaritas Untuk Bangsa secara daring. Dalam pertemuan daring yang diikuti ratusan peserta tersebut, hadir tokoh agama dan aktivis muda lintas agama dari berbagai organisasi.

Para tokoh agama yang hadir antara lain, Ketua MUI Pusat Bidang KAUB H.Yusnar Yusuf, MS, Ph.D, Sekretaris Umum MPH PGI Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, S.Th., S.FIL., M.A., Sekretaris Komisi Kerawam KWI Romo Paulus Christian Siswantoko Pr.

Kemudian, Ketua Umum Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (NSI) Maha Pandita Utama Suhadi Sendjaja, Ketua MATAKIN Bidang Pemberdayaan dan Pelatihan Rohaniwan Ws. Mulyadi Liang, S.Pd.,M.Ag., dan Ketua Pinandita Sanggraha Nusantara DKI Jakarta I Gde Suparta Putra SH.

Mewakili aktivis muda lintas agama, hadir mantan Ketua Umum IMM Beni Pramula, mantan Ketua Umum PMKRI yang juga Pendiri Prima Institute Juventus Prima Yoris Kago, Ketua Umum GEMAKU Js. Kristan. Hadir oula, mantan Ketua Umum HIKMAHBUDHI Adi Kurniawan, Ketua Umum Peradah Indonesia I Gde Ariawan, dan Direktur Eksekutif Indonesia Next Leader Hokkop Situngkir.

Di awal kegiatan, Pendiri Rumah Milenial Indonesia yang juga menjadi pembawa acara, Sahat Martin Philip Sinurat menyampaikan bahwa kegiatan 'Doa dan Solidaritas Untuk Bangsa' dilaksanakan untuk mengingatkan masyarakat terkhusus generasi muda bahwa pandemi COVID-19 adalah masalah yang dihadapi oleh semua rakyat Indonesia.

"Siapapun merasakan dampak dari pandemi ini. Pancasila telah mengajarkan kita bagaimana membangun rasa persaudaraan untuk saling berbagi tanpa tersekat-sekat dengan perbedaan. Oleh karena itu kita harus selalu optimis dan bergotong royong agar dapat melalui pandemi ini bersama-sama," jelas Sahat.

Ketua MUI Pusat Bidang KAUB, H.Yusnar Yusuf, menyampaikan pesan bahwa bangsa Indonesia hari ini mendapat cobaan yang begitu besar. Jika masyarakat tidak sabar dalam menghadapi COVID-19, maka bangsa Indonesia tidak akan mendapatkan kemenangan.

"Kita harus bersatu, solidaritas antar sesama anak bangsa harus kita bangun untuk dapat melewati tantangan COVID-19," ujar Yusnar.

Ketua Pinandita Sanggraha Nusantara DKI Jakarta, Pinandita I Gde Suparta Putra mengatakan bahwa COVID-19 telah melanda hampir seluruh dunia karena itu dengan persatuan maka rakyat Indonesia dapat melewati pandemi ini. 

Setelah menyampaikan pesan solidaritas dan kebangsaan, para tokoh agama memimpin dan membacakan doa berdasarkan agama masing-masing. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pesan solidaritas dari para aktivis muda lintas agama. Kegiatan Doa dan Solidaritas Untuk Bangsa berlangsung selama dua jam. Para peserta dari seluruh Indonesia terlihat antusias mengikuti kegiatan sampai akhir acara.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement