Jumat 05 Jun 2020 19:54 WIB

Warga Garut Ditangkap karena Pipa Rokok dari Gading Gajah

Pipa rokok gading gajah dijual hingga Rp 4,5 juta.

Ilustrasi gading gajah.
Foto: Bea Cukai
Ilustrasi gading gajah.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Tim Operasi Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengamankan seorang warga Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, RGK (40 tahun). Warga Desa Padaasih, Pasirwangi, Garut memiliki tiga pipa rokok dari bahan gading Gajah Sumatera (Elephas maximus).

                               

"Perdagangan satwa dilindungi adalah kejahatan luar biasa, melibatkan banyak aktor dan bahkan aktor antarnegara, bernilai ekonomi tinggi yang serupa dengan kejahatan narkoba dengan sel jejaring yang terputus-putus," kata Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum KLHK, Sustyo Iriyono melalui siaran pers kepada wartawan, Jumat (5/6).

                                                       

Sustyo mengatakan, penangkapan RGK merupakan hasil pengembangan kasus pemilik gading gajah inisial PE di Pekanbaru oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau akhir Februari 2020. RGK ditangkap pada Kamis di kediamannya.

                               

"Melalui penyidikan diketahui kalau PE akan mengirim gading gajah kepada RGK," katanya.

                               

Tim yang menangani kasus itu sudah memastikan melalui uji forensik bahwa pipa rokok tersebut terbuat dari bahan gading Gajah Sumatera. Karena itu, kasus RGK dilanjutkan ke penyidikan.

                               

Rencananya, pipa gading itu akan menjual dengan harga Rp 500 ribu sampai Rp 4,5 juta. Ketiga pipa rokok itu berukuran 18 sentimeter, 12 sentimeter, dan 10 sentimeter.

                                           

Sustyo menegaskan, KLHK berkomitmen untuk menindak tegas mereka yang merusak sumber daya alam. Apalagi melakukan praktik perdagangan satwa yang dilindungi. "KLHK berkomitmen selalu melindungi dan melestarikan sumber daya alam," katanya.

                           

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement