Rabu 27 May 2020 12:52 WIB

Karawang Data Warga yang Kembali dari Mudik

Para pemudik yang terdata kembali ke Karawang akan langsung berstatus ODP.

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Esthi Maharani
Sejumlah pemudik motor menghindari pos penyekatan di jalan raya Rengas Bandung, Kedung waringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2020). H-1 jelang lebaran, penyekatan pemudik di perbatasan Bekasi dan Karawang diperketat
Foto: ANTARA/Fakhri Hermansyah/
Sejumlah pemudik motor menghindari pos penyekatan di jalan raya Rengas Bandung, Kedung waringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2020). H-1 jelang lebaran, penyekatan pemudik di perbatasan Bekasi dan Karawang diperketat

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang akan turun ke lapangan mendata masyarakat yang kembali setelah melakukan mudik dalam rangka Hari Raya Idul Fitri.

Juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang, Fitra Hergyana mengatakan pemerintah sudah memberlakukan kebijakan Iarangan mudik sejak April lalu. Kendati sudah lama diterapkan, masih banyak calon pemudik yang nekat menerobos perbatasan. Fitra mengatakan pihaknya mendapatkan laporan, dari pukul 19.00 sampai 00.00 sudah 850 kendaraan yang diputarbalikan di gate tol Karawang Barat (KM47) dari timur arah barat.

"Ini menunjukan masih banyak masyarakat yang tidak disiplin melaksanakan anjuran pemerintah dan dapat menyebabkan segala upaya yang telah dilakukan pemerintah termasuk PSBB ini akan menjadi sia-sia," kata Fitra dalam keterangan tertulisnya yang diterima Republika, Rabu (27/5).

Ia menuturkan pemerintah daerah tidak tinggal diam saja dengan kondisi tersebut. Tim gugus tugas bakal bergerak ke lapangan melalui RT/RW untuk mendata warga yang diketahui mudik. Pendataan ini, kata dia, untuk mengantisipasi adanya gelombang penularan Covid-19. Para pemudik yang terdata kembali ke Karawang pun akan langsung berstatus ODP. Sebab dikhawatirkan membawa virus dari daerah asal masing-masing.

"Ada kemungkinan banyak ODP baru setelah ini," ujarnya.

Untuk update Covid-19, hingga hari ini belum ada penambahan pasien terkonfirmasi positif. Sementara, PDP berjumlah 365 orang, masih dalam pengawasan 51 orang, selesai pengawasan 287 orang dan meninggal dunia 27 orang. Reaktif rapid test berjumlah 250 orang, masih dalam observasi 28 orang, sembuh 198 orang dan meninggal dunia 24 orang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement