REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sumatra Utara (Sumut) terus melakukan upaya untuk menekan kasus positif virus corona atau Covid-. Di antaranya memberdayakan organisasi massa (ormas) di Sumut, termasuk dengan menjalin membuka ruang komunikasi antarmereka.
Pengurus Kerukunan Masyarakat Sumatra Utara (KKSU), Abidin Siregar mengatakan, pemerintah Sumut memang tidak menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Karena itu, Gubernur Sumut meminta masyarakat ikut serta membantu karena upaya ini diharapkan bisa mempengaruhi jumlah kasus.
"Masyarakat Sumut yang bersifat dinamis dan ada di mana-mana sehingga potensi ini menciptakan jejaring sosial yang cukup kuat dengan berbagai macam organisasi karena ada sembilan suku besar. Kami melakukan berbagai pendekatan komunikasi melalui grup whatsapp, hingga pertemuan seperti zoom," ujarnya saat video conference akun YouYube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (26/5).
Abidin mengaku khawatir dengan adanya penyebaran virus antarkomunitas. Karena itu, pihaknya meminta seluruh warganya disiplin minimal pakai masker wajah, hingga menerapkan protokol menggunakan kendaraan mobil hanya setengah dari jumlah biasanya.
Ia mengklaim sebagian besar instruksi ini telah diikuti. Sementara itu, pihaknya juga mengimbau supaya masyarakat yang sudah mudik tidak kembali lagi lagi. "Yang sudah kepalang mudik tidak perlu balik. Mari bantu pemerintah Sumut untuk menjalankannya," katanya.