Selasa 12 May 2020 16:46 WIB

Dua Orang Wafat Berstatus ODP dan PDP di Lampung

Ada penambahan seorang pasien yang sembuh menjadi 22 orang.

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Muhammad Fakhruddin
Kematian akibat virus corona, ilustrasi
Foto: Republika
Kematian akibat virus corona, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,BANDAR LAMPUNG -- Jumlah orang yang meninggal dunia pada masa pandemi Covid-19 di Lampung terus bertambah, Selasa (12/5). Seorang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia. Sehingga jumlah ODP wafat 3 orang, dan PDP 15 orang.

Berdasarkan keterangan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Selasa (12/5), jumlah ODP sebanyak 3.062 orang, masih dipantau 14 hari 121 orang, selesai dipantau 2.938 orang, dan meninggal dunia ODP 3 orang. Sedangkan PDP sebanyak 91 orang, masih dirawat 14 orang, sembuh dan pulang 62 orang, meninggal dunia 15 orang.

Sementara pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Lampung masih bertahan di angka 66 orang, masih dirawat 39 orang, dan meninggal dunia 5 orang, sedangkan pasien positif yang sembuh bertambah menjadi 22 orang.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Lampung dr Reihana mengatakan, jumlah pasien positif masih bertahan 66 orang, sedangkan pasien positif yang sembuh bertambah satu orang lagi. "Ada penambahan seorang pasien yang sembuh menjadi 22 orang," kata Reihana, yang juga kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Dia mengatakan, saat ini alat Polymerase Chain Reaction (PCR) sudah dilakukan uji fungsi, dan pemantapan SDM sebelum beroperasi penuh pada Rabu (13/5). Retraksi RNA yang diberikan Kementrian BUMN tersebut tidak otomatis, sehingga perlu pemantapan SDM untuk menghindari penularan atau pemutusan hubungan dari virus corona. "Sudah dilakukan uji fungsi alat PCR, dan besoknya akan dilakukan uji coba, untuk melihat keakuratan analis kita untuk pemeriksaan spesimen," ujarnya.

Dengan hadirnya PCR di Laboratorium Kesehatan Daerah atau Labkesda Provinsi Lampung, dia mengatakan,    dalam mendiagnosis kasus-kasus positif akan lebih cepat. Selama ini lebih lambat, karena menunggu hasil laboratorium di Palembang atau di Jakarta. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement