Sabtu 09 May 2020 14:38 WIB

59 Tenaga Medis di Bengkulu Dikarantina

Dari 56 orang itu, terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, dan tenaga medis lain

Tenaga medis
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Tenaga medis

REPUBLIKA.CO.ID, BENGKULU - Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu, Zulkimaulub Ritonga menyebut sebanyak 59 tenaga medis termasuk dokter yang bekerja di rumah sakit itu saat ini sedang menjalani karantina setelah diduga terpapar pasien positif Covid-19.

Zulkimaulub mengatakan dari 59 tenaga medis itu tujuh orang diantaranya merupakan dokter umum, enam orang dokter spesialis dan sisanya adalah perawat dan tenaga medis lainnya.

"Sekarang 59 tenaga medis sedang menjalani karantina. Sebanyak 41 orang menjalani karantina dengan pengawasan dan sisanya melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing karena mereka sudah tahu prosedurnya," kata Zulkimaulub, Sabtu (9/5).

Sebanyak 59 tenaga medis ini diduga melakukan kontak erat dengan dua pasien konfirmasi positif Covid-19 yang merupakan perawat RSUD M Yunus Bengkulu. Selama ini mereka bekerja di ruang lingkup yang sama dan menangani pasien Covid-19 di ruang isolasi RSUD M Yunus Bengkulu.

Zulkimaulub mengaku dikarantinanya 59 orang tenaga medis selama 14 hari ke depan berdampak pada pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut. Pihak rumah sakit, kata dia, terpaksa melakukan modifikasi agar pelayanan di rumah sakit itu tetap berjalan baik sehingga masyarakat yang berobat tetap bisa dilayani dengan baik.

"Modifikasi kita lakukan hanya untuk pelayanan yang sifatnya emergensi, sedangkan untuk poli yang hanya memiliki satu dokter dan dokternya dikarantina maka dialihkan ke poli yang serumpun sehingga masih bisa dilakukan pelayanan," demikian Zulkimaulub.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement