Kamis 07 May 2020 06:53 WIB

Jenazah PDP Meninggal di Kota Batu Dikremasi

Pasien PDP yang meninggal itu berjenis kelamin perempuan.

Rep: Wilda Fizriyani / Red: Agus Yulianto
Pekerja krematorium berbincang menggunakan alat pelindung diri lengkap saat menunggu jenazah untuk dikremasi.
Foto: AP / Martin Mejia
Pekerja krematorium berbincang menggunakan alat pelindung diri lengkap saat menunggu jenazah untuk dikremasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BATU -- Satgas Covid-19 Kota Batu melaporkan adanya satu Pasien dalam Pengawasan (PDP) meninggal pada Rabu (6/5). Jenazah pasien yang baru masuk rumah sakit pada Selasa (5/5) ini pun dikremasi di Krematorium, Junrejo, Kota Batu.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Batu, M Chori menyatakan, pasien PDP yang meninggal berjenis kelamin perempuan. PDP berusia 75 tahun dengan status warga di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu. Di laporan kesehatan, pasien hanya memiliki keluhan hipoglikemi atau kadar gula darah rendah.

Meski tidak memiliki gejala Covid-19, pasien tetap diuji cepat oleh tim medis. Hasilnya nonreaktif, tapi tetap ditindaklanjuti dengan uji kerik untuk memastikan. Hingga pasien wafat, hasil uji kerik belum keluar sehingga tim medis tetap menggunakan standar Covid-19 dalam proses penanganan jenazah.

Total terdapat empat pasien positif Covid-19 di Kota Batu per 6 Mei 2020. Tiga di antaranya masih dalam perawatan sedangkan lainnya sudah dinyatakan sembuh. Sementara jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 46 orang sedangkan Orang dalam Pemantauan (ODP) sekitar 210 jiwa

Di data lain, jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kota Batu mencapai 193 orang pada Rabu (6/5). Sementara angka Orang dalam Risiko (ODR) Covid-19 sekitar 1.989 jiwa. 

Untuk informasi, jumlah positif Covid-19 di Kota Batu bertambah satu orang pada Rabu (6/5). Kasus ini dialami perempuan berusia 71 tahun dengan tanpa riwayat berpergian.

"Yang bersangkutan juga tidak pernah kontak langsung dengan pasien konfirm (Covid-19)," ujar Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Batu, M Chori melalui pesan singkat kepada wartawan, Rabu malam (6/5).

Berdasarkan laporan diterima, pasien Covid-19 keempat di Kota Batu ini mulai dirawat di rumah sakit sejak 28 April 2020. Proses ini diperlukan mengingat pasien mengalami gejala batuk selama sepekan. Kemudian dilakukan uji cepat yang menghasilkan reaktif lalu ditindaklanjuti dengan uji kerik. 

"Hasilnya dirilis tadi sore (Rabu, 6 Mei) dan dinyatakan positif," kata Chori.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement