Rabu 22 Apr 2020 19:00 WIB

Korban Covid-19 di Depok Terus Bertambah, 17 Orang Meninggal

Orang dengan status PDP di Depok yang meninggal saat ini berjumlah 44 orang.

Rep: Rusdy Nurdiansyah/ Red: Endro Yuwanto
Seorang anak melihat keluar rumah dari jendela dengan tembok yang dihiasi mural saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Depok, Jawa Barat, Rabu (15/4). Mural bertemakan virus Corona (Covid-19) itu menyosialisasikan kepada masyarakat untuk tetap di rumah sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran virus Corona
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Seorang anak melihat keluar rumah dari jendela dengan tembok yang dihiasi mural saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Depok, Jawa Barat, Rabu (15/4). Mural bertemakan virus Corona (Covid-19) itu menyosialisasikan kepada masyarakat untuk tetap di rumah sebagai upaya untuk memutus rantai penyebaran virus Corona

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Jawa Barat, mengupdate perkembangan penyebaran virus corona (Covid-19). Berdasarkan data yang dirilis pada Rabu (22/4), korban meninggal bertambah menjadi 17 orang dan terkonfirmasi positif juga bertambah menjadi 222 orang.

"Jumlah pasien positif yang sembuh sebanyak 13 orang,” ujar juru bicara (jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Rabu (22/4).

Menurut Dadang, untuk pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 956 orang. Sebanyak 221 orang selesai pengawasan serta 735 orang masih dalam pengawasan.

Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) yang meninggal saat ini berjumlah 44 orang. Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI.

"Penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 24 kasus pada Rabu (22/4) berasal dari sejumlah rumah sakit di Kota Depok dan di Jakarta, hasil SWAB PCR -nya sudah dinyatakan positif," jelas Dadang.

Untuk jumlah orang tanpa gejala (OTG) berjumlah 866 orang dan sebanyak 69 orang selesai pemantauan serta 797 orang masih dalam pemantauan. "Selanjutnya, untuk orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 2.582 orang dan selesai dipantau 752 orang, dan masih dalam pemantauan sebanyak 1.830 orang," kata Dadang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement