Selasa 21 Apr 2020 20:13 WIB

Dua Hari tak Makan, Serangan Jantung, Yuli Meninggal

keluarga Yuli sudah masuk dalam pendataan kelurahan untuk penerima JPS.

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Agus Yulianto
Meninggal dunia (ilustrasi)
Foto: Mardiah Diah
Meninggal dunia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG - - Kemiskinan menyebabkan keluarga Yuli Nur Amelia (42 tahun) hidup dalam kekurangan. Bahkan, hanya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, dia pun tak mampu. Tragis, nyawa ibu ini tak tertolong akibat kelaparan karena dua hari tak makan. Kisah nestapa warga Serang, Provinsi Banten ini pun viral di medsos. 

Pemkot Serang pun berencana akan membantu keluarga yang ditinggal wafat Yuli. Bantuan termasuk dengan mengupayakan keluarga Yuli supaya bisa tinggal di hunian layak. Hal ini lantaran Yuli, suami dan empat anaknya selama ini memang tinggal menumpang di eks rumah dinas kantor pajak.

Juru Bicara Penanggulangan Covid-19 Kota Serang Hari Pamungkas menjelaskan, bantuan ini sebagai respons pemkot terhadap kejadian yang menimpa Yuli. Selain telah memberikan bantuan sembako, upaya memberikan hunian yang layak juga menjadi bentuk rencana pemkot untuk membantu keluarga Yuli.

"Karena yang bersangkutan menumpang di mess kantor pajak, akan kita bantu dengan program pemerintah seperti pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau juga mungkin nanti diambil solusi untuk tinggal di Rusunawa di daerah Kaujon," ungkap hari Pamungkas, Selasa (21/4).

Selain itu, Hari juga menjelaskan, kalau sebelum meninggal, keluarga Yuli sudah masuk dalam pendataan kelurahan untuk penerima JPS pada Selasa (14/4). "Keluarga almarhumah sudah masuk ke pendataan kelurahan untuk menerima JPS tanggal 14 dan tanggal 15 sudah masuk," ujarnya.

Saat ini, kata dia, pemkot masih menunggu hasi pemeriksaan kematian Yuli. Meski begitu, diagnosa awal dari Puskesmas menyebut meninggalnya Yuli terjadi karena serangan jantung.

"Diagnosa awalnya memang karena serangan jantung dan bukan karena kelaparan. Kita memang masih menunggu hasil visum, tapi kalau melihat gejala klinisnya, diagnosanya karena sakit jantung," jelas Hari.

Kisah Yuli viral sejak Sabtu (18/4) membuat banyak pihak tergerak untuk membantu, berbagai elemen masyarakat hingga pemerintah daerah turut membantu ibu empat anak tersebut. Namun belum lama ia merasakan bantuan dari berbagai pihak, ia meninggal pada Senin (20/4) sekitar pukul 15.30 WIB di perjalanan menuju ke Puskesmas setempat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement