Selasa 14 Apr 2020 19:43 WIB

23 Ribu Pemudik Sudah Datang ke Majalengka

Bupati Majalengka mengaku tak bisa menolak kehadiran para pemudik.

Petugas Gugus Tugas COVID-19 mendata pemudik dengan kendaraan pribadi di Perbatasan Tasikmalaya-Ciamis, Jembatan Cirahong, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (10/4/2020).
Foto: ANTARA/ adeng bustomi,
Petugas Gugus Tugas COVID-19 mendata pemudik dengan kendaraan pribadi di Perbatasan Tasikmalaya-Ciamis, Jembatan Cirahong, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jumat (10/4/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Bupati Majalengka, Jawa Barat Karna Sobahi mengatakan, lebih dari 23 ribu warga yang merantau ke daerah lain saat ini telah kembali atau mudik lebih awal. Pemerintah setempat terus memonitor kedatangan mereka dengan mendirikan posko perbatasan.

"Para pemudik saat ini sudah tercatat 23 ribu lebih yang datang ke Majalengka," kata Bupati Karna di Majalengka, Selasa.

Baca Juga

Oleh karena itu, Karna mengatakan, akan terus memonitor dan mengantisipasi sampai menjelang Ramadhan atau bahkan Idul Fitri. Diperkirakan masih banyak warga Majalengka yang akan pulang ke kampung halaman.

Menurutnya angka pemudik yang cukup banyak tersebut menunjukkan bahwa warga Majalengka banyak merantau ke kota-kota besar. "Dan saya pun tidak dapat menolak kehadiran mereka, karena walau bagaimanapun mereka itu rakyat saya," ujarnya.

Karna mengatakan, seperti yang ia kemukakan beberapa waktu lalu, bahwa untuk menjaga Kabupaten Majalengka dari pergerakan Covid-19, pihaknya mendirikan 11 posko di 10 kecamatan di Majalengka.

Tentunya, seluruh posko itu berbatasan dengan kabupaten-kabupaten di sekitar Majalengka, seperti, Sumedang, Ciamis, Kuningan, Cirebon bahkan Indramayu.

"Mengapa harus kita lakukan, itu untuk menjaga wilayah Majalengka, agar jumlah yang sudah ada (terinfeksi Covid-19) tidak bertambah. Atau yang sudah ada menjadi sembuh," tuturnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement