Senin 13 Apr 2020 09:47 WIB

Istri dan Anak Dokter Positif Corona tak Tertular

Bupati tidak ingin ada penolakan apalagi stigma negatif terhadap pasien positif.

Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin (tengah) dan Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak (kiri) beserta jajaran memeriksa titik penutupan akses jalan sirip menuju Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Senin (30/3/2020). Lebih dari 40 titik jalan sirip dan jalan desa yang berbatasan langsung dengan daerah lain sekitarnya (Kabupaten Tulungagung, Ponorogo, dan Pacitan) ditutup total dan hanya menyisakan tiga akses utama (Tulungagung-Trenggalek, Trenggalek-Ponorogo, dan Trenggalek-Pacitan) sebagai upaya pembatasan akses masuk warga dari luar daerah demi mencegah paparan wabah COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) di wilayah tersebut
Foto: Destyan Sujarwoko/ANTARA FOTO
Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin (tengah) dan Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak (kiri) beserta jajaran memeriksa titik penutupan akses jalan sirip menuju Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Senin (30/3/2020). Lebih dari 40 titik jalan sirip dan jalan desa yang berbatasan langsung dengan daerah lain sekitarnya (Kabupaten Tulungagung, Ponorogo, dan Pacitan) ditutup total dan hanya menyisakan tiga akses utama (Tulungagung-Trenggalek, Trenggalek-Ponorogo, dan Trenggalek-Pacitan) sebagai upaya pembatasan akses masuk warga dari luar daerah demi mencegah paparan wabah COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) di wilayah tersebut

REPUBLIKA.CO.ID, TRENGGALEK -- Anak dan istri dari seorang dokter asal Kabupaten Trenggalek yang terserang COVID-19 saat bertugas di RSUD dr. Iskak Tulungagung, Jawa Timur, menurut hasil pemeriksaan tidak tertular virus corona, kata Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.

"Keluarga yang berkontak erat dengan pasien 01, istri dan satu anak pasien 01, dinyatakan negatif setelah hasil tesswab yang dilakukan di Universitas Airlangga Surabayahasilnya menunjukkan negatif," kata Arifin, Senin (13/4).

Pemerintah Kabupaten Trenggalek masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium kedua terhadap spesimen dari dokter yang ditandai sebagai pasien 01 asal Trenggalek tersebut. Arifin berharap hasil pemeriksaan menunjukkan pasien tersebut sudah sembuh dari infeksi virus corona.

Arifin meminta warga tetap mewaspadai penularan virus corona, menerapkan pola hidup sehat, mengikuti anjuran pemerintah untuk mencegah penularan virus corona, dan bergotong-royong menanggulangi wabah.

"Kami tidak ingin ada penolakan dalam bentuk apapun, bahkan stigma negatif bagi mereka yang terkonfirmasi positif maupun bagi mereka yang nanti dipulasarakan bagi yang mereka meninggal," kata dia.

Ia mengemukakan pentingnya partisipasi warga dalam upaya menanggulangi wabah. "Dukungan ini penting supaya mereka yang bergerak di garda terdepan tetap bersemangat maupun mereka yang terkonfirmasi juga bersemangat dan cepat sembuh," kata dia.

Dia juga meminta semua petugas pelayanan semua titik pemeriksaan serta anggota gugus tugas penanganan COVID-19 dari tingkat kabupaten hingga desa selalu siaga. Kesiagaan ini butuh tenaga yang luar biasa dan kecukupan dana yang tidak sedikit.

"Maka kami memohon kepada saudara-saudara sekalian tundalah mudik Anda, sampaikan rindu dan penghormatan kepada keluarga melalui teknologi informasi," ujar dia.

"Mari kita saling berempati dan tolong menolong dalam hal ini. Bila Anda tidak bisa membantu dana dan tenaga untuk masyarakat terdampak, cukup bantulah Indonesia ini dengan mengurangi kunjungan Anda dari satu kota ke kota lain, termasuk tidak melakukan mudik," kata dia menambahkan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement