Sabtu 11 Apr 2020 20:32 WIB

Riau Dorong PSBB di Pekanbaru

Gubernur Riau menyebut jumlah kasus positif Covid-19 di Pekanbaru terus meningkat.

Sebuah hotel tutup sementara akibat wabah COVID-19 di Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (4/4/2020). Sejumlah hotel di Pekanbaru memilih tutup sementara karena berdasarkan data Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) Riau, tingkat hunian hotel anjlok tinggal 15 persen karena dampak pandemi COVID-19.
Foto: Antara/FB Anggoro
Sebuah hotel tutup sementara akibat wabah COVID-19 di Kota Pekanbaru, Riau, Sabtu (4/4/2020). Sejumlah hotel di Pekanbaru memilih tutup sementara karena berdasarkan data Persatuan Hotel dan Restoran (PHRI) Riau, tingkat hunian hotel anjlok tinggal 15 persen karena dampak pandemi COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Pemerintah Provinsi Riau mendukung Kota Pekanbaru untuk segera mengusulkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Itu karena jumlah kasus positif Covid-19 di kota tersebut terus meningkat, mencapai 16 kasus hingga Sabtu (11/4)

“Tujuan PSBB agar masyarakat ikut bersama-sama dalam menjaga karena perkembangan virus Corona semakin tinggi, sekaligus PSBB ini untuk memutus mata rantai penularan virus itu. Semoga usulan PSBB ini segera disetujui oleh Menteri Kesehatan,” kata Gubernur Riau Syamsuar di Pekanbaru, Sabtu (11/4).

Baca Juga

Ia mengatakan Wali Kota Pekanbaru akan mengusulkan PSBB ke Menteri Kesehatan dan semoga bisa cepat disetujui. Ia juga berharap daerah lain yang bertetangga dengan Pekanbaru segera mengusulkan agar PSBB di Riau bisa efektif. Daerah yang dimaksud di antaranya Kabupaten Pelalawan, Siak, Kampar, Bengkalis, dan Kota Dumai.

Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, menjelaskan usulan PSBB berlangsung selama tiga bulan dan bisa saja diperpanjang. PSBB intinya pemerintah daerah terus merawat pasien positif Covid-19, sekaligus berupaya memutus mata rantai pada masyarakat yang masih sehat, sehingga dibutuhkan konsentrasi penuh.

“Karena eskalasi penyebaran Covid-19 semakin tinggi tapi tidak diikuti pemahaman, kesadaran masyarakat kita tentang bahaya Covid-19 ini,” kata Firdaus.

Kasus Positif Bertambah

Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar menambahkan per hari Sabtu (11/4) di Provinsi Riau terdapat penambahan tiga kasus positif Covid-19, sehingga total di Provinsi Riau terdapat 16 kasus positif. Namun, ada kabar gembira karena ada satu pasien yang dinyatakan sehat sehingga total ada dua pasien yang sudah dipulangkan sejauh ini.

“Sebanyak 14 masih dirawat, dua sehat dan sudah dipulangkan,” katanya.

Ia menjelaskan pasien ke-14 positif Covid-19 adalah salah satu dari pasien dalam pemantauan (PDP) yang meninggal dunia beberapa hari lalu. Hasil uji swab pasien berinsial S tersebut baru ke luar pada Jumat (11/4) dan hasilnya positif Covid-19.

Pasien S yang saat meninggal berusia 65 tahun merupakan warga Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru. “Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga dan kerabat yang ditinggalkan. Selanjutnya akan dilakukan tracing dari pasien tersebut dan rapid test bagi keluarga dan kontak erat dari almarhum,” kata Syamsuar.

Pasien ke-15 positif Covid-19 berinsial JB, warga Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Pasien berusia 48 tahun itu sudah diisolasi dan dirawat di Kota Pekanbaru.

“Pasien JB tidak memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit, namun sempat kedatangan tamu yang menginap di rumahnya, tamu tersebut berasal dari daerah terjangkit, yakni Jakarta,” katanya.

Pasien ke-16 positif Covid-19 berinisial AT, warga Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru dan saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Kota Pekanbaru. Pasien berusia 33 tahun ini memiliki riwayat perjalanan dari India pada tanggal 22 Januari 2020.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement