Sabtu 11 Apr 2020 13:52 WIB

Begini Cara Wely Usir Stres Selama Isolasi di RS M Djamil

Wely juga stres karena membaca berita mengenai dirinya sempat diisukan meninggal.

Rep: Febrian Fachri/ Red: Agus Yulianto
RSUP M Djamil Padang
Foto: Republika/ Febrian Fachri
RSUP M Djamil Padang

REPUBLIKA.CO.ID, PAINAN -- Satu lagi pasien positif covid-19 asal Sumbar, Aswiliarti (45 tahun) membagikan cerita mengenai pengalamannya sejak dinyatakan positif, menjalani isolasi di RSUP M Djamil, dan sembuh seperti sekarang.

Wely, begitu sapaan akrab Aswiliarti merupakan Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cadang Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar. Wely terjangkit virus corona ketika ia mengikuti pelatihan di salah satu hotel di Kota Padang. Saat itu, Wely sekamar dengan seorang peserta yang berasal dari Malaysia.

"Saat pelatihan itu, saya sekamar dengan peserta asal Malaysia yang positif Covid-19. Usai pelatihan saya mengalami demam, sesak nafas dan batuk. Kemudian dirujuk ke RSUP M Djamil Padang. Ternyata saya positif Covid-19," kata Wely, Sabtu (11/4).

Wely kemudian dirawat di ruangan isolasi di RSUP M Djamil Padang selama 14 hari sejak 26 Maret lalu. Awal diisolasi, Wely merasa kaget dan stres berada di ruang isolasi. Pasalnya, Wely tidak biasa terkurung di ruangan terlebih ruangan itu hanya ukuran 2x3 meter.

Wely menceritakan keadaan fisik dan pikirannya benar-benar terpuruk menghadapi kenyataan virus corona sudah masuk ke dalam tubuhnya. Wely juga stres karena membaca berita-berita mengenai dirinya yang bahkan sempat diisukan telah meninggal dunia.

"Saya beru lega setelah menerima telfon dari anak saya yang sangat tidak ingin mama meninggal," ucap Wely.

Wely juga paham kalau dia harus tetap menjalani isolasi M Djamil bila ingin sembuh dari corona. Karena itu, dia mencoba berdamai dengan situasi.

Dia berusaha mencari kesibukan untuk membuang rasa jenuh. Wely melakukan senam, olahraga ringan untuk membuang rasa jenuh sembari meningkatkan kebugaran dan daya tahan tubuh.

Selain itu, Wely juga disiplin mengonsumsi makanan sehat. Kemudian Wely juga kian mendekatkan diri kepada Allah supaya diberikan kekuatan untuk sembuh.

Wely mengambil hikmah mengenai adanya berita hoaks yang menyebut dirinya meninggal tersebut. Wely menjadikan berita tersebut sebagai penyemangat agar berjuang lebih keras sembuh.

Wely menilai kunci sembuh harus dimulai dari pikiran. Ia tahu kalau pikirannya terus dihantui kecemasan dan galau justru akan membuat dirinya lemah.

"Itu yang saya alami selama tiga hari awal. Fisik semakin lemah, mual, selera makan berkurang," ujar Wely.

Wely berpesan kepada pasien positif lainnya yang masih diisolasi di rumah sakit atau isolasi mandiri di rumah agar tetap berpikir positif, displiin dan ikut semua arahan tim medis dengan benar.

Kini Wely sudah sembuh dan kembali berkumpul dengan keluarga. Tapi selama beberapa pekan ke depan, Wely masih harus membatasi ruang gerak tetap menerapkan pola hidup sehat, dan menjaga jarak dengan orang lain. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement