Selasa 31 Mar 2020 12:46 WIB

Freeport Minta Karyawan dan Keluarga Waspada Pascapenembakan

Setelah karyawan Freeport meninggal ditembak KKB, manajemen imbau waspada

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Pekerja PT Freeport memasuki Kawasan Terminal Gorong-Gorong, Timika, Papua. Setelah karyawan Freeport meninggal ditembak KKB, manajemen imbau waspada. Ilustrasi.
Foto: Antara/Wahyu Putro A
Pekerja PT Freeport memasuki Kawasan Terminal Gorong-Gorong, Timika, Papua. Setelah karyawan Freeport meninggal ditembak KKB, manajemen imbau waspada. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA - Setelah penembakan yang menewaskan satu karyawan berkebangsaan Selandia Baru, manajemen PT Freeport meminta karyawan dan keluarga waspada. Jubir PT Freeport Reza Pratama pada Selasa (31/3) mengatakan manajemen sudah meminta karyawan dan keluarga waspada serta berhati-hati.

Apabila ada yang mencurigakan di komunitas dan area kerja, karyawan diminta segera melaporkannya. "Selain itu manajemen juga sudah merumahkan karyawan yang bertugas di Kuala Kencana," kata Reza melalui pesan singkatnya.

Baca Juga

Insiden penembakan di sekitar kawasan perkantoran perusahaan di Kuala Kencana terjadi Senin (30/3). Insiden ini menyebabkan tujuh orang terluka. Satu di antaranya meninggal dunia yakni Greme Thomas Wall yang berkebangsaan Selandia Baru.

Dua lainnya adalah Jibril MA Bahar dan Ucok Simanungkalit yang saat ini masih dirawat intensif di RS Tembagapura. Empat lainnya sudah diizinkan pulang setelah mendapat penanganan medis.

Sebelumnya Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyatakan aksi penembakan di Kuala Kencana dilakukan KKB pimpinan Joni Botak yang area operasinya di sekitar Kali Kopi. Pengejaran saat ini masih dilakukan oleh tim gabungan TNI-Polri.

"Saya dan Pangdam XVII Cenderawasih hari ini terbang ke Timika dengan menggunakan pesawat carteran, " kata Irjen Pol Waterpauw.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement