Sabtu 28 Mar 2020 01:03 WIB

Pemprov DKI Pasang Bilik Disinfektan

Pemprov DKI menerima bilik disinfektan dari Baznas DKI.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Muhammad Hafil
Pemprov DKI Pasang Bilik Disinfektan. Foto: Bilik disinfektan (Ilustrasi)
Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Pemprov DKI Pasang Bilik Disinfektan. Foto: Bilik disinfektan (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai memasang bilik disinfektan di beberapa tempat, termasuk kantor pemerintahan Balai Kota, Jumat (27/3). Pemasangan bilik disinfektan ini berkat kontribusi bersama Bazis Baznas DKI Jakarta yang berinovasi membuat bilik disinfektan dengan model khusus.

Bilik disinfektan ini berbeda dari biasanya, yaitu berbentuk tunnel (terowongan) dan menggunakan sistem humidifier. Sebagai permulaan, Baznas Bazis DKI menyerahkan alat ini di empat lokasi di Jakarta, yaitu kantor Balaikota Jakarta, Halte Transjakarta Harmoni, Rumah Sakit Duren Sawit, dan Kantor Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga

Sumbangsih ini mendapat apreasiasi dari Plt Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Sabdo Kurnianto. “Pagi hari ini kami di Pemprov DKI Jakarta menerima bantuan bilik disinfektan dengan istilah ruang basmi kuman yang merupakan bentuk kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dengan masyarakat dan organisasi-organisasi, seperti Baznas Baziz DKI Jakarta,” ujar Sabdo di Balaikota, Jumat (27/3).

Sabdo turut berharap apa yang dilakukan Baznas Bazis DKI ini bisa menjadi pemacu bagi masyarakat yang lain untuk ikut mengambil peran dalam rangka pencegahan COVID-19 di Jakarta. “Semoga kerjasama ini bisa menarik peran serta masyarakat yang lain bisa berkolaborasi, kami sangat mengharapkan kebersamaan dalam rangka memberikan amal bakti kita kepada, secara khusus DKI Jakarta dan umumnya Indonesia,” tambahnya.

Ketua Baznas Bazis DKI Jakarta, Luthfi Fathullah, mengungkapkan pihaknya kini telah mengerjakan instalasi Ruang Basmi Kuman lebih banyak lagi, agar nantinya dapat diipasang di fasilitas umum DKI Jakarta. “Hanya saja ketersediaan kami alatnya sulit jadi kami tidak berani menyebutkan berapa yang kami mampu, akan tetapi nawaitunya 100, bahkan ada satu perusahaan udah nyumbang 10 alat, kami tinggal bikin tunnelnya saja,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Bazis DKI Jakarta, Saat Suharto menjelaskan kelebihan dari Ruang Basmi Kuman ini adalah proses disinfeksi menggunakan sistem pengembunan, bukan penyemprotan seperti biasa. Selain itu, bahan yang dipakai juga aman jika terhirup manusia.

"Alat yang kita pilih menggunakan berbeda dengan yang lain yang memakai sprayer, sedangkan kita menggunakan sistem Humidifiers, Kita harapkan butirannya lebih lembut dan lebih kena di badan,” paparnya.

Bentuknya pun berbeda dengan bilik disinfektan pada umumnya yang berbentuk kotak. Bentuk tunnel ini dipilih dibandingkan kotak, diharapkan lebih optimal agar seluruh badan terkena embun disinfektannya.

"Untuk bahan aktif yang kita embunkan adalah Benzalkonium chloride, di pasaran merknya bermacam-macam, dan yang kita gunakan alhamdulillah izin dari Kemenkes, sertifikat halal, dan foodgrade, jadi kalau pun terhirup insya Allah aman,” tuturnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement