Kamis 26 Mar 2020 19:44 WIB

Harga Beras di Pasar Naik

Kenaikan harga tersebut diakibatkan oleh minimnya pasokan beras dari petani.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Agus Yulianto
Seorang pedagang beras merapikan dagangannya.
Foto: Republika/Prayogi
Seorang pedagang beras merapikan dagangannya.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Harga beras di pasar tradisional di Kabupaten Indramayu, mengalami kenaikan. Kondisi itu terjadi akibat minimnya pasokan beras dari petani karena belum memasuki masa panen raya.

Salah seorang pedagang beras di Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, Jana, menyebutkan, harga beras premium saat ini berkisar antara Rp 10.500 per kilogram (kg) sampai Rp 12 ribu per kg. Harga itu berbeda-beda untuk setiap tingkatan kualitasnya.

Sedangkan untuk beras medium, saat ini di kisaran Rp 9.500 per kg sampai Rp 10.500 per kg. Harga itu juga berbeda-beda tergantung kualitasnya.

‘’Harga beras saat ini mengalami kenaikan rata-rata sekitar Rp 500 per kg untuk setiap jenisnya,’’ kata Jana, Kamis (26/3).

Harga itu berlaku untuk pembelian beras eceran. Sedangkan untuk pembelian karungan (1 karung berkapasitas 25 kg), harganya lebih murah Rp 500 per kilogramnya dibandingkan pembelian eceran.

Jana menjelaskan, kenaikan harga beras itu terjadi secara bertahap sejak tiga pekan terakhir. Menurutnya, kenaikan harga tersebut diakibatkan oleh minimnya pasokan beras dari petani.

Jana mengatakan, sebagian besar para petani saat ini belum memasuki masa panen. Jikapun ada yang sudah panen, jumlahnya masih sedikit. Selain itu, kualitasnya juga ada yang kurang bagus karena masa panennya bersamaan dengan intensitas hujan yang cukup tinggi.

Jana pun membantah kenaikan harga beras itu terjadi akibat panic buying seiring merebaknya wabah Covid-19. Dia menyatakan, pembelian beras dari konsumen di Kabupaten Indramayu selama ini masih normal.

‘’Tidak ada aksi borong beras dari masyarakat. Pembelian masih seperti biasa,’’ tegas Jana.

Sementara itu, salah seorang pedagang nasi di Kecamatan Indramayu, Wati, menilai, kenaikan harga beras saat ini masih cukup terjangkau. Meski demikian, dia berharap, agar harga beras tidak terus mengalami kenaikan.

‘’Inginnya sih harga beras malah turun,’’ tandas Wati. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement