Rabu 25 Mar 2020 19:11 WIB

Kebakaran Hanguskan Gedung SMPN 2 Indramayu

Api tidak sampai merembet ke pemukiman padat penduduk yang ada di sekitar sekolah.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Agus Yulianto
Personel Polisi dan TNI sekolah memeriksa sisa kebakaran di SMP 2 Indramayu, Jawa Barat, Rabu (25/3/2020). Kebakaran yang menghanguskan lima ruangan sekolah dan dokumen-dokumen penting di sekolah tersebut diduga akibat arus pendek listrik
Foto: Antara/Dedhez Anggara
Personel Polisi dan TNI sekolah memeriksa sisa kebakaran di SMP 2 Indramayu, Jawa Barat, Rabu (25/3/2020). Kebakaran yang menghanguskan lima ruangan sekolah dan dokumen-dokumen penting di sekolah tersebut diduga akibat arus pendek listrik

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Kebakaran hebat melanda gedung SMPN 2 Indramayu, yang terletak di Jalan Kalen Yamin, Kelurahan Paoman, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Rabu (25/3) sekitar pukul 05.00 WIB. Meski tak ada korban jiwa, namun kebakaran itu menghanguskan barang-barang milik sekolah, termasuk data-data siswa.

Kapolres Indramayu, AKBP Suhermanto melalui Paur Subbag Humas, Ipda Sukenda, menjelaskan, peristiwa itu semula diketahui oleh penjaga sekolah yang tinggal di warung sekolah SMP N 2 Indramayu, Mulyadi (35 tahun). Saat itu, Mulyadi yang masih tidur lantas terbangun karena melihat lampu di dalam warung mati.

‘’Saksi kemudian keluar dari warung dan melihat ada kobaran api yang berasal dari atas plafon ruang BK (Bimbingingan Konseling) siswa,’’ ujar Sukenda, Rabu (25/3).

Melihat hal itu, Mulyadi langsung bergegas menuju rumah Kepala TU Sekolah, Munasa (55), untuk memberitahukan kejadian tersebut. Dia juga melaporkan kejadian itu ke petugas Pemadam Kebakaran Indramayu.

Sekitar empat unit mobil pemadam kebakaran pun langsung meluncur ke lokasi dan melakukan upaya pemadaman. Api dengan cepat membesar dan membakar seluruh isi bangunan. Dahsyatnya kobaran api bahkan membuat atap bangunan sekolah menjadi ambruk.

Beruntung, api tidak sampai merembet ke pemukiman padat penduduk yang ada di sekitar lingkungan sekolah.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.30 WIB. Meski demikian, upaya pendinginan terus dilakukan untuk mencegah kemungkinan api menyala kembali.

‘’Beberapa ruangan sekolah yang terbakar di antaranya adalah ruang BK Siswa, ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang TU, ruang tamu dan ruang Lab 1,’’ kata Sukenda.

Hingga kini, belum diketahui nilai kerugian akibat kebakaran tersebut karena pihak sekolah masih melakukan pendataan. Namun, barang-barang milik sekolah termasuk dokumen dan data murid ikut hangus terbakar.

‘’Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran. Namun, diduga kebakaran itu berasal dari konsleting listrik,’’ tandas Sukenda. 

Berita Lainnya

Rekomendasi