Selasa 24 Mar 2020 00:26 WIB

Pilot Lion Air Meninggal Diduga Terpapar Corona

Sang pilot sudah mengeluh sakit sejak terbang ke Malaysia.

Rep: Abdurrahman Rabbani/ Red: Indira Rezkisari
Sejumlah pesawat Lion Air yang terparkir di bandara. Seorang pilot Lion Air diduga meninggal akibat corona.
Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Sejumlah pesawat Lion Air yang terparkir di bandara. Seorang pilot Lion Air diduga meninggal akibat corona.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN — Seorang pilot maskapai Lion Air diduga meninggal dunia akibat virus Corona atau Covid-19. Dugaannya pilot terpapar setelah melakukan perjalanan dari Malaysia terhitung sejak satu minggu yang lalu sebelum masuk Rumah Sakit.

Korban merupakan pilot Lion Air, warga Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Jenazah almarhum sudah dimakamkan tengah malam oleh petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel.

Baca Juga

Berdasarkan pantauan di rumah duka, tampak tidak ada bendera kuning yang terpasang. Hanya saja karangan bunga berupa ucapan belasungkawa yang terpasang di depan rumahnya.

Informasi yang didapat, korban sempat mengeluh sakit di Malaysia. Ia mengalami sakit tenggorokan dan sesak napas. Setelah menjalani pemeriksaan, dia disarankan pulang dan dirawat di Indonesia.

Setibanya di Tanah Air, almarhum mendatangi RS Eka Hospital dan langsung dilakukan pemeriksaan. Hasilnya, dokter memvonis Sutopo telah tertular virus corona. Pada 22 Maret 2020 sekitar pukul 17.00 WIB, Sutopo dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah korban dimakamkan di TPU wilayah Serpong, Minggu malam. Proses pemakaman dikabarkan hanya dihadiri dua orang perwakilan keluarga, tanpa adanya iring-iringan.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro memberikan keterangan terkait dengan meninggalnya salah satu pilot Lion Air di salah satu rumah sakit di Tangerang Selatan. “Sampai dengan saat ini, Lion Air belum menerima informasi yang pasti penyebab atas meninggalnya almarhum,” jelasnya.

Meski demikian, pihak Lion Air menyampaikan rasa duka cita yang sangat mendalam atas kepergian salah satu penerbang terbaik. Semoga keluarga dan karib kerabat yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

“Jenazah sudah diserahterimakan kepada pihak keluarga dan telah dimakamkan pada hari yang sama. Secara perusahaan, almarhum memiliki catatan terkait perilaku, kesehatan serta kinerja (performance) yang cukup baik,” ungkap Danang.

Lion Air menerima konfirmasi bahwa almarhum dinyatakan meninggal dunia kurang lebih pukul 17.50 waktu setempat (Waktu Indonesia Barat) pada Ahad (22/3) oleh tim medis.

Berdasarkan rekam medis, pengecekan kesehatan (medical check-up) terakhir almarhum pada 4 Maret 2020, yang bersangkutan dinyatakan sehat dan laik terbang (fit for flight).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement