Rabu 18 Mar 2020 02:33 WIB

Aceh Tengah Gandeng Ikatan Apoteker Racik Hand Sanitizer

Meracik hand sanitizer sendiri dilakukan karena kelangkaan produk di semua wilayah.

Penonton menggunakan handsanitizer sebelum menontonn Proliga 2020 di Gor UNY, Yogyakarta, Jumat (13/3). (Republika/Wihdan Hidayat)
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Penonton menggunakan handsanitizer sebelum menontonn Proliga 2020 di Gor UNY, Yogyakarta, Jumat (13/3). (Republika/Wihdan Hidayat)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh menggandeng Ikatan Apoteker Indonesia cabang daerah setempat untuk membuat hand sanitizer racikan sendiri, dalam upaya mengatasi kelangkaan akibat merebak virus corona (Covid-19).

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar mengatakan hand sanitizer merupakan cairan pembersih yang paling praktis digunakan, karena tidak perlu dibilas serta diyakini ampuh membersihkan tangan.

"Kelangkaan (hand sanitizer) tidak hanya di Aceh Tengah tapi hampir di seluruh wilayah. Jadi kami bekerjasama dengan apoteker untuk membuat atau meracik hand sanitizer ini," katanya di Takengon, Aceh Tengah, Selasa (17/3).

Dia menyebutkan ketersediaan hand sanitizer menjadi salah satu perhatian Pemkab Aceh Tengah dalam upaya menangkal penyebaran virus corona.

Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Aceh Tengah Susi Endar Maidesi mengatakan ketersediaan hand sanitizer sangat dibutuhkan untuk menjaga kebersihan tangan, terutama sebelum maupun sesudah menyentuh barang dan fasilitas publik.

Sehingga menurut dia pihaknya dalam hal ini memang berinisiatif untuk meracik sendiri hand sanitizer karena kondisi kelangkaan yang terjadi selama merebaknya corona.

"Dari pengamatan kami, barangnya sudah susah ditemui. Kalaupun ada harganya mahal. Nantinya hand sanitizer racikan ini akan ditempatkan di beberapa lokasi publik seperti pasar, terminal, dan perkantoran," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement