Selasa 17 Mar 2020 11:35 WIB

KCI: Perjalanan Kereta Normal, Ada Penurunan Penumpang

KCI ajak masyarakat mengikuti imbauan pemerintah bekerja, belajar, beribadah di rumah

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Yudha Manggala P Putra
Ilustrasi Pencegahan Covid-19 di KRL(Republika/Thoudy Badai)
Foto: Republika/Thoudy Badai
Ilustrasi Pencegahan Covid-19 di KRL(Republika/Thoudy Badai)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memastikan operasional kereta pada Selasa (17/3) berjalan normal. VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, kereta akan beroperasi biasa dengan melayani 991 perjalanan yang meliputi seluruh lintas.

"Dalam situasi saat ini, sebagai operator KRL Commuter Line PT KCI berupaya untuk tetap menyediakan layanan transportasi kepada masyarakat," kata Anne Purba di Jakarta, Selasa (17/3).

Kendati, dia mengatakan, KCI mencatat penurunan jumlah penumpang semenjak ada imbauan pemerintah untuk tidak keluar rumah. Anne mengatakan, penurunan jumlah penumpang itu sudah terpantau sejak Sabtu (14/3) lalu, pengguna Jasa KRL turun 32 persen.

Dia merinci bahwa penurunan khususnya terlihat di sejumlah stasiun semisal Ancol (59 persen), Jakarta Kota (38 persen), Juanda (25 persen), dan Universitas Indonesia (17 persen).

Anne mengungkapkan, KCI biasa melayani 1 juta hingga 1,1 juta pengguna dalam satu hari dalam kondisi normal. Dia mengatakan, penurunan kemungkinan juga terjadi mengingat beberapa perusahaan sudah menerapkan anjuran bekerja dari rumah.

Anne mengatakan, KCI mengajak masyarakat untuk mengikuti imbauan dari pemerintah untuk bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Himbauan tersebut penting untuk mencegah penyebaran virus corona semakin meluas.

"Dengan KRL tetap beroperasi normal tanpa mengurangi frekuensi perjalanan, PT KCI berharap layanan ini dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak yang harus menggunakan transportasi publik," katanya.

Anne mengatakan, KCI tetap memberlakukan pemeriksaan suhu tubuh untuk seluruh calon penumpang di seluruh stasiun. KCI akan meminta warga untuk tidak menggunakan KRL bagi mereka yang saat diperiksa suhunya melebihi 38 derajat celcius.

Anne mengingatkan penumpang untuk tetap menjaga jarak di antara pengguna semaksimal mungkim. Penumpang juga diharapkan memperhatikan etika batuk dan bersin di ruang publik. Menggunakan masker, terutama bagi pengguna jasa yang sedang sakit maupun dalam masa pemulihan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement