Jumat 13 Mar 2020 06:19 WIB

Anak Kereta tak Cemas Naik KRL

Penumpang menilai penyebaran Corona tidak harus melalui KRL.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Bilal Ramadhan
Sejumlah penumpang bersiap menaiki KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis (12/3).( Republika/Putra M. Akbar )
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sejumlah penumpang bersiap menaiki KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta, Kamis (12/3).( Republika/Putra M. Akbar )

REPUBLIKA.CO.ID, Sebuah foto yang menunjukan risiko penyebaran virus corona atau COVID-19 di kereta rel listrik (KRL) beredar luas di masyarakat. Dalam foto tersebut memperlihatkan data bahwa KRL dengan rute Jakarta-Depok-Bogor disebut memiliki potensi paling besar dalam penyebaran virus corona.

Republika mencoba mendatangi Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (12/3). Di stasiun ini terlihat masih ramai oleh penumpang, khususnya di peron tiga, yakni kereta dengan jurusan menuju Bogor. Para penumpang tampak memadati peron tersebut. Sebagian besar penumpang itu terlihat mengenakan masker untuk melindungi hidung serta mulut.

Salah satu petugas stasiun, Isro mengatakan, tidak ada tindakan khusus usai beredar informasi yang menyebut bahwa KRL rute Jakarta-Depok-Bogor memiliki potensi paling besar dalam penyebaran virus corona. “Masih seperti biasa untuk mengingatkan penumpang agar tetap menjaga kebersihan di lingkungan di dalam stasiun, seperti tidak meludah sembarangan,” kata Isro.

Saat mencoba menaiki KRL tujuan Bogor dari Stasiun Tanah Abang, masinis menyampaikan imbauan kepada para penumpang melalui pengeras suara yang terdapat di setiap gerbong kereta. Imbauan itu mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan mencuci tangan ataupun menggunakan hand sanitizer usai menyentuh berbagai benda.

Tidak hanya itu, berbagai poster yang berisi imbauan pencegahan penyebaran virus corona serta informasi mengenai virus tersebut pun terpasang di dalam kereta.

Hal serupa pun ditemui di Stasiun Manggarai. Penumpang yang akan menggunakan KRL dengan tujuan Bogor terlihat ramai. Salah satu penumpang bernama Nadine menuturkan, tidak khawatir meski beredar informasi yang menyebut KRL rute Jakarta-Depok-Bogor memiliki potensi paling besar dalam penyebaran virus corona. Menurut dia, informasi tersebut pun masih rancu.

“Sebenarnya agak rancu kalau dibilang (potensi penyebaran virus corona) paling besar dari KRL. Kalau karena suspect tinggal di Depok, enggak make sense dibilang paling besar di KRL. Jadi intinya penyebarannya bisa dari mana saja,” tutur Nadine.

Anak kereta lainnya, Gaisha (32 tahun) warga Bogor yang bekerja di kawasan Tanjung Barat mengaku juga tidak khawatir dengan kabar risiko COVID-19 via transportasi publik. Menurut dia, suasana di commuter line tidak berpengaruh, bahkan pada pukul 07.00 WIB kondisi kereta masih padat.

Gaisha mengatakan agar dirinya terhindar dari penularan COVID-19, hal pertama yang dilakukan ya adalah tidak terlalu khawatir dengan kabar penyebaran tersebut. Untuk mencegah, lanjut Gaisha, setiap pagi sebelum berangkat minum multivitamin dan rutin membawa masker serta pembersih tangan (hand sanitizer). "Pas naik kereta kalau kebagian duduk, saya semprotin hand sanitizer dulu," kata Gaisha.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta meminta dukungan atau kerja sama dari para penumpang agar sama-sama menjaga diri dan orang lain menyusul tersebarnya foto risiko penyebaran COVID-19 di Kereta Rel Listrik (KRL). Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sebagai manajemen KRL dan PT Raillink sebagai manajemen kereta bandara terkait antisipasi penyebaran virus corona (COVID-19).

Yang terpenting, kata Eva, PT KAI Daop 1, KCI dan Raillink sudah melakukan sejumlah sosialisasi kepada penumpang, namun perlu adanya kerja sama dari pengguna. "Karena di area transportasi publik seperti ini, upaya pencegahan perlu kerja sama dari penumpang juga ini yang kami lakukan dalam mengedukasi," kata Eva.

Sebelumnya, dalam foto yang tersebar itu, terlihat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang memaparkan sebuah slide yang di bagian atasnya tertulis "Waspada risiko COVID-19 via transportasi publik" dalam sebuah rapat yang terdapat pengarahan Gubernur DKI Jakarta mengenai antisipasi penyebaran COVID-19 pada Rabu (11/3). Dalam slide itu, tertulis sebuah pernyataan bahwa ada risiko penyebaran dalam moda transportasi KRL.

Anies menjelaskan, foto risiko kontaminasi terbesar virus corona(COVID-19) di Kereta Rel Listrik (KRL) saat rapat dengan seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta, sebagai langkah mitigasi risiko. "Jadi tadi rapat ada pembahasan lebih dari 20 slide, intinya tadi dikumpulkan Kepala OPD dan pimpinan BUMD untuk menyampaikan semua potensi risiko sehingga jajaran bisa mengambil langkah-langkah mitigasi," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu (11/3) malam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement