Kamis 12 Mar 2020 14:37 WIB

Bandara Djalaluddin Siap Memanjakan Wisatawan

Dengan bandara yang megah diharapkan dapat menarik wisatawan ke Gorontalo.

Bandara Djalaluddin terus meningkatkan pelayanan untuk memanjakan wisatawan. (dok. Istimewa)
Foto: dok. Istimewa
Bandara Djalaluddin terus meningkatkan pelayanan untuk memanjakan wisatawan. (dok. Istimewa)

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Sebagai pintu masuk utama untuk menikmati keindahan destinasi wisata di Gorontalo, maka Bandara Djalaluddin terus meningkatkan pelayanan untuk memanjakan wisatawan.

Kepala Unit Pelayanan Bandar Udara (UPBU) Kelas I Djalaluddin, Ben Adi Surya mengatakan, bandar udara yang resmi beroperasi tahun 2016, berhasil dibangun atas keinginan kuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo. Hal ini karena di tahun 2000 daerah ini, telah menjadi Provinsi sendiri setelah berpisah dari Sulawesi Utara. Diharapkan dengan memiliki bandara yang layak dan megah, akan dapat menarik minat masyarakat untuk berwisata menikmati keindahan alam dari Gorontalo.

"Saat ini, untuk satu hari, ada 14 penerbangan mendarat dan terbang dengan dengan maskapai Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, dan Wings Air. Waktu operasional bandara dari Jam 05.00 sampai 19.00 dengan penerbangan pertama dari bandara Gorontalo Wings Air dan yang mendarat pertama Batik Air pukul 06.00 dan diakhiri Wings air," kata Ben dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Kamis (12/3).

Ia menambahkan, dengan berbagai pilihan penerbangan tersebut calon wisatawan bisa menikmati keindahan destinasi yang ada di Gorontalo. Di antaranya Pulau Cinta yang terletak di Teluk Tomini ini memiliki sekitar 15 tempat berbentuk resort seperti tempat wisata di Maldives yaitu memiliki pemandangan laut lepas dengan airnya yang jernih. Lalu ada Taman Wisata Laut Olele yang memiliki segudang destinasi untuk pecinta diving. Ada tiga lokasi yang wajib dikunjungi di Taman Wisata ini yakni Goa Jin, Salvador Dali, dan Coral Pole. Tidak hanya itu Gorontalo juga memiliki Pantai Dunu, Pulau Saronde dan Pantai Kurenai yang bisa dinikmati oleh wisatawan.

Ben juga mengatakan, untuk mempermudah wisatawan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Dinas Pariwisata Gorontalo untuk menyediakan Tourism Information Center yang langsung tepat di depan Terminal Kedatangan. Di mana wisatawan bisa bertanya tentang destinasi wisata unggulan di Gorontalo. Ke depan Bandara Djalaluddin akan lebih berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata untuk lebih mengintesifkan promosi destinasi wista yang ada di Gorontalo. 

"Kami sebagai pihak bandara siap bekerja sama dengan Dinas Pariwisata mendukung kemajuan pariwisata di Gorontalo. Ke depan kami juga akan mendorong maskapai untuk membuka rute-rute baru akan lebih mudah calon penumpang menikmati destinasi yang ada," katanya. 

Layanan Garuda Indonesia 

Sementara itu, Station Manager Garuda Indonesia di Gorontalo, Herman Laksono mengatakan, saat ini, maskapai milik negara  melayani penerbangan ke Gorontalo dari dan ke Jakarta sekali melalui Makassar. Untuk frekuensi Januari-Maret ini seminggu empat kali, Selasa, Rabu, Jumat dan Ahad. Namun setelah ini diharapkan bisa sehari sekali. 

"Tingkat isian 70 hingga 80 persen. Sedangkan profilnya masih dari penumpang untuk urusan bisnis atau pegawai negeri sipil. Diharapkan ke depan sektor pariwisata di Gorontalo dapat bergeliat sehingga bisa memdorong peningkatan jumlah penumpang yang akan mengunjungi Gorontalo," katanya.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi