REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perpustakaan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI tak lagi hanya menyajikan ruang untuk membaca dan melakukan riset bagi kalangan internal ataupun eksternal DPR.
Kini, Perpustakaan DPR RI selain telah melakukan penataan dan redesain interior dan menambah koleksi jumlah bukunya, juga rutin menggelar kegiatan yang berfokus pada pengembangan minat dan bakat bagi pegawai di lingkungan Setjen dan BK DPR RI.
Salah satu kegiatannya, Perpustakaan DPR RI menggelar Workshop dan Talkshow Tari Bali, yang dikhususkan bagi pegawai yang memiliki konten terhadap dunia seni tari. Diharapkan dengan adanya workhsop ini bisa menjadi sharing knowledge bagi pengembangan seni tari di DPR RI. Adapun diketahui, DPR RI sendiri juga memiliki Komunitas Tari Parlemen sebagai wadah pegawai menyalurkan minat dan bakatnya di bidang seni tari.
Kepala Bidang Perpustakaan Setjen dan BK DPR RI Elvira Dianti dalam kesempatan itu mengungkapkan bahwa Perpustakaan DPR RI ingin membangun nuansa baru yang tak saja memberikan ruang membaca dan riset yang sebenarnya sudah sangat umum dilakukan di perpustakaan manapun. Sehingga perlu ada nuansa baru bagi Perpustakaan DPR RI agar bisa lebih menarik minat bagi masyarakat untuk berkunjung.
“Perpustakaan DPR ini selain mengadakan redesain juga memanfatakan fasilitas yang sudah dibangun, untuk itu kita lakukan berbagai kegiatan, Kita sudah bangun ruang teater, diskusi, lounge, ruang riset dan kami perlu sosialisasi dan lakukan kegiatan agar perpustakaan ini dikenal masyrakat luas dan dimanfaatkan masyarakat,” tutur Elvira saat memberikan sambutan di kegiatan workshop dan talkshow Tari Bali di Ruang Perpustakaan DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3) seperti dikutip laman resmi DPR RI.
Elvira juga menuturkan nuansa perpustakaan yang lebih modern perlu didukung dengan kegiatan yang menunjang kompetensi banyak orang, sehingga nuansa baru tercipta dan tidak membuat orang bosan datang ke perpustakaan. “Kami bermaksud menciptakan nuansa baru di perpustakaan. Sekarang kita berbenah bahwa selain kita bisa membaca buku, perpustakaan juga bermanfaat bagi hal lain seperti menyalurkan passion, kreatifitas, sharing knowledge tentang berbagai hal yang disukai banyak orang,” katanya.
Ke depannya perpustakaan akan menggelar kegiatan dengan tema yang lebih variatif. Sehingga kegiatan pengembangan minat dan bakat ini tidak saja dilakukan sekali atau dua kali, tetapi berkelanjutan. “Dengan acara yang dihadiri oleh peserta yang sesuai dengan passion-nya, ini memberikan antusiasi bagi peserta untuk datang. Kedepannya kita juga akan berharap tema yang diambil lebih variatif dan berkelanjutan. Sekarang Tari Bali, bisa saja berikutnya Tari Jawa atau Sumatera, atau Modern Dance,” tuturnya.
Elvira juga berharap Komunitas Tari Parlemen mampu mendukung Parlemen melalui berbagai kegiatan nasional maupun internasional. Tentunya hal ini perlu diiringi berbagai dukungan guna meningkatkan kompetensi dan pembekalan bagi pecinta tari yang tergabung dalam Komunitas Tari Parlemen.
Workshop ini menghadirkan narasumber I Ketut Wana dari Sanggar Tari Bali Wira Kencana dan untuk talkshow disi oleh Wulan Desiari selaku profesinal tari dari Kinarya GSP. Kegiatan ini juga dimeriahi oleh pertunjukan tari dari Komunitas Tari Parlemen dan sangat mendapat antusiasme dari peserta yang hadir.




