Kamis 12 Mar 2020 02:17 WIB

Gempa di Sukabumi, Lima Warga Luka, Ratusan Rumah Rusak

Tidak ada warga yang meninggal dunia akibat gempa

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Hiru Muhammad
Rumah di Desa Gunungendut, Kecamatan Kalapanunggal banyak rusak akibat gempa, Selasa (10/3). dok istimewa warga Desa Gunungendut, Sukabumi.(Istimewa)
Foto: Istimewa
Rumah di Desa Gunungendut, Kecamatan Kalapanunggal banyak rusak akibat gempa, Selasa (10/3). dok istimewa warga Desa Gunungendut, Sukabumi.(Istimewa)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Sebanyak lima orang warga di Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi terluka akibar gempa, Selasa (10/3) sore lalu. Kelima korban hanya mengalami luka ringan dan sudah ditangani tim medis.

Data dari Kecamatan Kalapanunggal di wilayah tersebut tercatat 410 unit rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa. Namun ratusan rumah ini masih harus diverifikasi terkait tingkatan kerusakan baik ringan, sedang, dan berat.

Rinciannya empat orang di Desa Pulosari dan satu orang di Desa Walangsari. "Ada lima warga yang terluka akibat gempa," ujar Camat Kalapanunggal, Arif Solihin kepada wartawan, Rabu (11/3). 

Menurut Arif, ke lima warga hanya mengalami luka-luka ringan dan sudah ditangani tim medis. Mereka rata-rata terkena puing bangunan yang jatuh dan satu orang terkena air panas.

Arif menuturkan, tidak ada warga yang meninggal dunia akibat gempa. Sebelumnya dari enam desa yang terdampak tercatat ada 410 unit rumah rusak hingga Rabu (11/3). Namun data ini masih harus diverifikasi ulang untuk mengetahui tingkatan kerusakan baik ringan, sedang, dan berat.

Verifikasi dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Permukiman dan Kebersihan (Perkimsih) Kabupaten Sukabumi. Sehingga nantinya akan dihasilkan data yang valid dan akurat.

Menurut Arif, warga tidak ada yang mengungsi ke tenda pengungsian yang disiapkan pemda. Sebab warga banyak yang tinggal sementara di rumah kerabatnya. Pada Rabu ungkap Arif, aparat Polri dan TNI membantu evakuasi puing bangunan yang roboh terkena gempa. Di sisi lain bantuan yang sudah datang berasal dari BPBD dan Dinas Sosial yakni tenda, tenaga medis dan obat-obatan.

Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono menambahkan, petugas gabungan sudah dikerahkan sejak Selasa malam baik BPBD, TNI dan Polri. "Petugas membantu evakuasi reruntuhan karena ada yang tidak bisa dilakukan secara manual dan dilakukan dengan alat berat," katanya.

Bantuan untuk korban bencana lanjut Adjo sudah dikirim seperti tenda, selimut dan makanan siap saji serta obat-obatan. Proses pendataan kerusaka terus dilakukan agar tidak simpang siur.

Diakui Adjo, kerusakan terbanyak berada di dua kecamatan yakni Kalapanunggal dan Kabandungan. Namun kerusakan terbanyak hanya rusak ringan dan sedang sementara sebagian kecilnya rusak berat. Penanganan sampai saat ini masih dilakukan secara maksimal.  " Belum ada penetapan tanggap darurat bencana," kata Adjo.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement