Rabu 11 Mar 2020 16:58 WIB

Destinasi Wisata DIY Diminta Budayakan Hidup Bersih

Hidup bersih bisa mencegah penyebaran virus corona.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Dwi Murdaningsih
Wisatawan menikmati suasana pagi di Kompleks Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Ahad (8/3/2020)(Antara/Hendra Nurdiyansyah)
Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah
Wisatawan menikmati suasana pagi di Kompleks Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Ahad (8/3/2020)(Antara/Hendra Nurdiyansyah)

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNGKIDUL -- Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY meminta destinasi wisata yang ada di DIY untuk membudayakan hidup bersih. Hal ini dilakukan guna menanggapi dan mengantisipasi penyabaran virus Corona (Covid-19).

Kepala Dinpar DIY, Singgih Raharjo mengatakan, membudayakan hidup bersih ini di destinasi wisata dilakukan dengan penyediaan fasilitas kebersihan. Yakni sabun cuci tangan dan hand sanitizer yang harus ada di tiap destinasi wisata di DIY.

Baca Juga

Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan monitoring di Lintang Sewu, Nglanggeran dan Mangunan yang terletak di Gunungkidul. Di kawasan wisata ini, kata Singgih, pengelolanya telah melakukan antisipasi dengan membudayakan hidup sehat.

Mulai dari penyediaan sabun cair di setiap titik tempat cuci tangan dan pintu masuk retribusi. Selain itu, pengelola juga menyediakan hand sanitizer di beberapa titik yang dibantu Dinas Kesehatan Gunungkidul.

Menurut Singgih, upaya ini menunjukkan bahwa pengelola kawasan wisata Nglanggeran sadar akan hidup bersih. Sebab, hal tersebut sangat penting dan menjadi salah satu unsur utama bagi pengelolaan tempat umum. 

Dengan menjaga kebersihan, masyarakat maupun pengunjung akan merasa nyaman saat berwisata. Untuk itu, ia pun juga meminta Dinpar di seluruh kabupaten dan kota di DIY agar memasifkan sosialisasi budaya hidup bersih kepada masyarakat.

"Saya Mohon agar dinas pariwisata kabupaten juga menindaklanjuti upaya cegah Corona ini melalui sosialisasi budaya hidup bersih dan pelayanan fasilitas kebersihan dasar seperti hand sanitizer atau sabut cuci tangan di tempat umum," jelasnya.

Ia pun meminta masyarakat agar tidak panik dan berlebihan dalam menyikapi Corona ini. Hal ini dilakukan agar DIY tetap kondusif dan Gubernur DIY juga telah mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomer 2/INSTTR/2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Resiko Penularan Infeksi Corona Disease (Covid-19).

Saat melakukan monitoring di beberapa destinasi wisata di DIY, pihaknya juga dilakukan kampanye terkait hal yang perlu dilakukan dalam menghadapi Corona. Kampanye dilakukan melalui pemasangan poster di titik-titik wisata.

Selain melakukan kampanye dan monitoring di beberapa destinasi wisata, pusat keramaian lainnya juga dimonitor. Seperti di pintu masuk DIY lewat darat dan udara yakni di Bandara Internasional Adisucipto dan Stasiun Tugu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement