Selasa 10 Mar 2020 14:30 WIB

Ruang Publik Surabaya Dilengkapi Pengukur Suhu Tubuh

Corona bisa dilawan dan dicegah dengan pola hidup yang sehat.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani
Pemeriksaan suhu tubuh
Foto: Antara/Fauzan
Pemeriksaan suhu tubuh

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik terkait penyebaran virus corona. Terlebih, setelah adanya 19 WNI yang dinyatakan positof virus corona. Febria mengingatkan, virus tersebut bisa dilawan dan dicegah dengan pola hidup yang sehat. Bahkan mereka yang terserang virus tersebut bisa disembuhkan.

“Pemkot Surabaya serius, siap dan mampu menangani (virus corona). Lawan Covid-19 karena virus ini bisa disembuhkan,” kata Febria di Surabaya, Selasa (10/3).

Apalagi, kata Febria, saat ini hampir semua ruang publik di Surabaya terdapat alat pengukur suhu tubuh. Seperti di mal pelayanan publik Siola, Balai Kota Surabaya, Kantor Pemkot Surabaya di Jalan Jimerto, dan terminal-terminal yang ada di Surabaya. Bahkan, di Bus Suroboyo pun juga sudah ada alat pengukur suhu tubuh.

“Bila ditemukan suhu tubuh lebih dari 38 derajat, disarankan berobat ke Puskesmas dan akan dilakukan anamnesa (pemeriksaan awal) sesuai protap,” ujar Febria.

Febria juga memastikan, pihaknya berupaya dengan berbagai cara agar masyarakat Surabaya terhindar dari virus corona. Mulai dari sosialisasi Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), etika batuk, hingga imbauan warga menjaga daya tahan tubuh. Sosialisasi dilakukan di beberapa titik di Surabaya.

“Kami melakukan penyuluhan di berbagai tempat. Di antaranya, Car Free Day (CFD) Tunjungan, CFD Darmo, CFD Taman Bungkul, sekolah, kecamatan, kelurahan, PKK, Posyandu, apartemen, Saka Bakti Husada (Pramuka), perkantoran, hingga Pasar,” kata Febria.

Febria mengaku, pihaknya juga membagikan masker di setiap kelurahan dan cairan desinfectan di gedung pelayanan publik. Dinkes juga mengerahkan petugas Puskesmas untuk terus memantau masyarakat, terutama warga yang baru datang dari luar negeri, utamanya negara yang terjangkit virus corona.

"Kami juga berkoordinasi dengan lintas sektor, yakni Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Surabaya dan sebagainya,” kata dia.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga memasang wastafel portable di puluhan titik di Kota Pahlawan Semua itu dilakukan agar warga dapat menjaga pola hidup sehat. Terutama cuci tangan sesering mungkin. "Cuci tangan dengan sabun. Terakhir, gunakan masker apabila sakit,” ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement