Jumat 06 Mar 2020 19:08 WIB

Puluhan Rumah di Sleman Kembali Ditemukan Positif Jentik

Sleman kembali menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk.

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih
Aktivitas pengasapan (fogging) mencegah jentik nyamuk penyebab demam berdarah dan chikungunya.
Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Aktivitas pengasapan (fogging) mencegah jentik nyamuk penyebab demam berdarah dan chikungunya.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Tim Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Demam Berdarah Dengue (DBD) Kabupaten Sleman kembali melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kali ini, lagi-lagi didapatkan puluhan rumah yang ternyata positif jentik.

PSN berlangsung di Padukuhan Drono, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, dengan melakukan penyisiran di area pekarangan. Kemudian, di rumah-rumah warga yang memiliki potensi menjadi sarang jentik nyamuk.

Baca Juga

Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Dulzaini mengatakan, Tim Pokjanal menggandeng berbagai elemen dalam melakukan penyisiran terhadap enam RT tersebut.

Ia menerangkan, dari enam RT itu total terdapat 91 rumah warga beserta area-area pekarangannya. Setelah dilakukan penyisiran, masih ditemukan puluhan rumah warga yang ternyata positif jentik nyamuk.

"Terdapat 28 rumah positif jentik, artinya masyarakat di wilayah ini sangat beresiko karena setelah kita hitung angka bebas jentiknya itu hanya 69,23 persen dengan standarnya 95 persen, sangat jauh," kata Dulzaini, Jumat (6/3).

Dulzaini berpendapat, masyarakat di Padukuhan Drono masih sangat memerlukan pemahaman dan penambahan informasi terkait DBD. Sehingga, bisa meningkatkan kesadaran dalam mengantisipasi DBD.

Sedangkan, saat ini Kecamatan Ngaglik masih masuk peringkat dua dalam kasus DBD di Kabupaten Sleman. Atas temuan-temuan ini, Dulzaini menekankan, ke depan pengawasan terhadap jentik nyamuk akan ditingkatkan.

"Ke depan Pemkab Sleman terus mendorong pokjanal kecamatan untuk selalu waspada dan gerakan satu rumah satu jumantik dijalankan," ujar Dulzaini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement