Senin 02 Mar 2020 21:56 WIB

Masker di Bogor Mulai Langka dan Mahal

Stok masker kian menipis tak terkecuali di wilayah Bogor

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Christiyaningsih
Stok masker kian menipis tak terkecuali di wilayah Bogor. Ilustrasi.
Foto: Antara/Fakhri Hermansyah
Stok masker kian menipis tak terkecuali di wilayah Bogor. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR - Pascavirus corona mewabah masker mulai banyak diburu oleh masyarakat. Stok masker pun kian menipis. Tak terkecuali di wilayah Bogor.

Di salah satu toko kesehatan dan kecantikan di Kota Bogor, Watsons, masker hanya tersedia 100 boks. Itu pun hanya tersedia masker jenis skrineer 1 ply (lapis) yang berisi lima lembar masker per kotak.

Baca Juga

"Kan ada yang masker 3 ply, itu lebih laku. Cuma kita sekarang memang hanya yang (skrineer) 1 ply," kata Daniel, kasir Watsons di Bogor Trade Mall (BTM), Senin (2/3).

Daniel menjelaskan sejak ramai virus corona masker memang sukar untuk didapatkan. Apalagi usai diumumkannya warga Depok yang positif corona ada sejumlah warga yang memesan dalam skala besar.

"Tadi ada beberapa orang yang pesan banyak. Tapi kita batasi. Setiap konsumen hanya satu pak isinya lima," kata dia.

Terpantau pada pukul 18.00 WIB sebanyak 100 pak masker di Watson sudah ludes terjual. Sejumlah pembeli masih banyak yang menanyakan masker.

Puri, salah seorang pembeli, juga tak memperoleh masker. Dia sengaja ingin membeli masker usai mendapat informasi adanya warga Depok yang terkena corona. "Habis baca berita ada yang kena corona di Depok. Ini mau beli tapi sudah habis," kata Puri.

Di Kabupaten Bogor sejumlah gerai tak lagi menjual masker. Salah satunya di Apotek Cipayung Farma di Cikaret, Cibinong, Kabupaten Bogor.

"Ketika ada corona tidak lama harga masker naik. Sudah, kita tidak bisa beli lagi, jualnya juga bingung," kata Wita, karyawan di Apotek Cipayung Farma.

Terakhir kali menjual masker jenis bedah 3 lapis, Wati mengaku harganya Rp 100 ribu per kotak yang berisi 50 lembar masker. Bahkan, harga masker jenis tersebut mencapai Rp 200 ribu per kotak.

"Dulu satu kotak harganya di bawah Rp 50 ribu, dijual Rp 1.000 per buah. Sesudah ada corona harganya jadi ratusan ribu. Sekarang tidak tahu dijual satunya berapa," kata Wati.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement