Senin 02 Mar 2020 06:48 WIB

Banjir dan Longsor Terjang 5 Kecamatan di Kabupaten Bandung

Hujan mengguyur Kabupaten Bandung sejak Ahad sore.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Ani Nursalikah
Banjir dan Longsor Terjang 5 Kecamatan di Kabupaten Bandung. Sejumlah warga menggunakan perahu melintasi genangan banjir di Jalan Katapang Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Foto ilustrasi.
Foto: Abdan Syakura_Republika
Banjir dan Longsor Terjang 5 Kecamatan di Kabupaten Bandung. Sejumlah warga menggunakan perahu melintasi genangan banjir di Jalan Katapang Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Foto ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Hujan deras yang terjadi Ahad (1/3) sore hingga malam menyebabkan sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung diterjang banjir dan longsor. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), bencana terjadi di lima kecamatan, yaitu Baleendah, Dayeuhkolot, Rancaekek, Katapang, Cicalengka, serta Pasirjambu.

Baca Juga

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Enjang mengatakan banjir bandang terjadi Ahad (1/3) sekitar pukul 16.00 wib di Kampung Lewiliang, Desa Tanjung Wangi, Kecamatan Cicalengka. Akibatnya, 30 kepala keluarga (KK) yang menempati 30 rumah terendam banjir dengan ketinggi bervariasi dari 30 sentimeter hingga 150 sentimeter.

 

"Satu unit rumah warga tergerus, dan satu rumah lainnya terancam," ujarnya saat dihubungi, Senin (2/3).

Namun, ia menuturkan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut dan telah melakukan evakuasi. Bencana lain yang terjadi, menurutnya hingga Ahad (1/3) pukul 23.30 WIB, banjir terjadi di Rancaekek, Baleendah, Dayeuhkolot dan Katapang. Enjang mengatakan, di Rancaekek sebanyak 2.1957 orang terkena dampak banjir.

Selain itu, 415 rumah terendam banjir dan 587 jiwa mengungsi. Ketinggian air katanya dari 10 sentimeter hingga 100 sentimeter. Ia telah mengirimkan bantuan makanan dan 2 buah perahu serta membuka posko setempat.

Sedangkan di Dayeuhkolot, banjir merendam 1.749 rumah dan 9.648 jiwa dan di Baleendah, berdampak kepada 5.966 jiwa dan merendam 1.639 rumah warga dan di Katapang sebanyak 45 rumah terendam banjir.

"Jalan Andir-Katapang tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat akibat banjir," katanya.

Ia menambahkan, bencana longsor terjadi di beberapa titik seperti di Kampung Sukalaksana yang menutup akses jalan. Namun, berkat upaya evakuasi yang dilakukan akses jalan bisa dilewati kendaraan roda dua dan empat.

Selain itu, longsor terjadi di dua titik di wilayah Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung di Kampung Ciruntah dan Kampung Cihideung, Desa Tribaktimulya. Penyebabnya karena hujan deras yang berlangsung sore hingga malam hari. Kapolsek Pasirjambu, AKP Asep Dedi mengatakan akses jalan di Jalan Desa Margamulya, Kampung Sukalaksana kembali bisa dilintasi kendaraan roda dua dan empat setelah petugas melakukan pembersihan material longsor yang menutup jalan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement