REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Sejumlah pemuda dan aktivis membentuk Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Lampung pada pertemuan di Bandar Lampung, Selasa (25/2) malam. DEM Lampung untuk mengawal kedaulatan energi dari tangan asing yang ingin mengeksploitasi sumber daya alam Indonesia.
Menurut Hanggara Ramadhan, inisiator dan koordinator DEM Lampung, gebrakan aktivis mahasiswa ini berawal dari keresahan bangsa melihat banyaknya sumber daya energi nasional dikuasai asing. DEM Lampung bertekad untuk mengawal dan menyatukan kembali sumber energi baik yang ada di Lampung maupun Indonesia dalam rangka menjaga kedaulatan energi nasional.
“Selama ini, sudah banyak bangsa ini kehilangan kedaulatan dalam sektor suber daya energinya. Baik dari teritorial sumber daya alam, kebijakan, dan juga produksi energinya,” kata Hanggara Ramadhan, Kamis (27/2).
Dia mengatakan, terbentuknya DEM Lampung setidaknya menjadi ancaman para pihak pihak asing yang ingin mengganggu, merampas atau merusak sumber daya energi yang ada di Lampung dan juga di Indonesia secara umum.
Menurut dia, perusahaan-perusahaan asing seperti Chevron, Petronas, Total, British Petroleum yang selama ini menguasai sebagian besar sumber energi yang ada di Indonesia menjadi terawasi. “Tentu menjadi ironi ketika kekayaan yang begitu melimpah di negeri ini justru dimanfaatkan oleh pihak asing,” katanya dalam keterangan persnya.
Ugan Gandar, inisiator lainnya menyatakan, DEM Lampung akan memberikan harapan bagi keberlangsungan energi yang ada di Indonesia, untuk kepentingan nasional bukan asing.
Menurut dia, DEM adalah tempat pengkajian, riset, eksplorasi dan pergerakan dalam menjaga dan mengembangkan energi yang ada di Indonesia. “DEM adalah harapan bangsa di masa depan,” katanya.
DEM sendiri telah terbentuk di puluhan daerah Provinsi di Indonesia. Gerakan organik yang terbentuk menghasilkan pesatnya pertumbuhan DEM di berbagai daerah povinsi Se-Indonesia.
Hanggara mengatakan, mahasiswa perlu turun dan kawal setiap kebijakan energi yang ada. Menurutnya, negeri ini punya BUMN namun saat ini justru pengelolaan dan pemanfaatan energi di negeri ini dilakukan oleh pihak asing, tentu ini dipertanyakan.
“Kita akan mulai dari Lampung terkait energi ini. Kami akan lakukan riset, kajian, dan gerakan lainnya tentunya untuk kebaikan masyarakat ke depannya,” ujarnya.




