Rabu 26 Feb 2020 17:48 WIB

Tower SUTT Roboh, Listrik Sebagian Rembang dan Blora Padam

Wilayah terdampak akan kembaki normal kembali dalam waktu 2 x 24 jam.

Rep: S Bowo Pribadi / Red: Agus Yulianto
Ruangan gelap akibat padamnya aliran listrik. (Ilustrasi)
Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Ruangan gelap akibat padamnya aliran listrik. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Cuaca ekstrim dan curah hujan tinggi yang terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi Jawa telah mengakibatkan robohnya sebuah tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) milik PLN, Selasa, (25/2) sekitar pukul 23.26 WIB.

Tower SUTT yang roboh merupakan tower Nomor 67 SUTT 150 kV Rembang- Pati dan Rembang- PLTU Rembang, teparnya di wilayah Desa Kabongan Kidul, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Akibat robohnya salah satu infrastruktur kelistrikan ini, sejumlah wilayah di Kabupaten Rembang dan Kabupaten Blora harus mengalami padam listrik, setidaknya dalam waktu 2 x 24 jam ke depan.

Wilayah yang terdampak di Kabupaten Rembang antara lain Kecamatan Gunem, Pancur, Sarang, Sluke, Sumber, Kragan, Pamotan, Sedan, sebagian Kaliori, sebagian Lasem, sebagian Rembang dan sebagian Kecamatan Sulang. 

Sedangkan di Kabupaten Blora wilayah yang terdampak antara lain meliputi  Kecamatan Todanan, Kunduran, Japah, Ngawen, Banjarejo, Randublatung, Jati dan Kecamatan Doplang.

"Selain itu juga sebagian Kecamatan Blora Kota, Tunjungan, Jepon, Cepu dan sebagian wilayah Kecamatan Kedungtuban," jelas Senior Manager General Affairs PLN Distribusi Jawa Tengah dan DIY, Elly Oktaviani Ciptati, Rabu (26/2).

Dia mengatakan, kondisi cuaca di sebagian besar Jawa Tengah yang cenderung ekstrim telah mengakibatkan potensi bencana, seperti genangan air hingga akhirnya huga memicu terjadinya pelunakan struktur tanah. 

Salah satu infrastruktur kelistrikan yang terdampak cuaca ekstrim adalah tower SUTT) milik PLN di Desa Kabongan. Disinyalir intensitas hujan yang cukup tinggi menjadi penyebab robohnya tower SUTT tersebut.

"Intensitas hujan yang cukup tinggi mengakibatkan genangan air dan banjir. Kondisi ini ditengarai cukup mempengaruhi kekuatan struktur tanah sebagai penyangga pondasi tower SUTT tersebut," jelas Elly.

Terkait hal ini, lanjutnya, PLN sudah melakukan upaya- upaya untuk pernormalan. Dari langkah dan upaya penanganan ini, PLN menargetkan pasokan listrik di wilayah terdampak akan kembaki normal kembali dalam waktu 2 x 24 jam setelah penanganan.

Dari sisi distribusi listrik, PLN sedang mengupayakan manuver jaringan 20 kV untuk meminimalisasi dampak akibat gangguan sehingga masyarakat terdampak tidak mengalami padam listrik terlalu lama.

Sementara itu tim dari transmisi mengerahkan sedikitnya 75 personil gabungan dari Rembang, Kudus, dan Semarang untuk melakukan recovery  (perbaikan) tower SUTT yang roboh di wilayah Desa Kabongan Kidul.

“Fokus kami adalah mengamankan warga serta menyalakan listrik ke pelanggan secepat mungkin, dan kami memohon maaf kepada masyarakat yang terdampak padam listrik akibat kejadian ini,” tandasnya.

Berita Lainnya

Rekomendasi