Senin 24 Feb 2020 07:37 WIB

DKI Percepat Evakuasi Pohon Tumbang

Kebanyakan pohon tumbang terjadi saat hujan.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Bilal Ramadhan
Warga melihat bajaj yang tertimpa pohon yang tumbang di Jalan Perwira, Jakarta Pusat, Selasa (21/11).
Foto: Republika/Prayogi
Warga melihat bajaj yang tertimpa pohon yang tumbang di Jalan Perwira, Jakarta Pusat, Selasa (21/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hujan lebat disertai angin kencang di Jakarta memperbesar potensi pohon tumbang di beberapa kawasan. Usia pohon yang sudah tua dan kondisi tanah yang tidak stabil menjadi salah satu alasan banyak terjadi pohon tumbang di Jakarta, terutama pada masa musim hujan seperti sekarang.

Salah satu insiden pohon tumbang terjadi di Setiabudi. Di sana, empat pohon yang tumbang ke Kali Cideng, tepatnya di sekitar Jalan Kuningan Mulia, Setiabudi, Jakarta Selatan, Ahad (23/2) dini hari. Atas insiden ini petugas telah mempercepat proses evakuasi kayu dan sisa pohon tumbang agar tidak mengganggu dan membahayakan pengguna jalan.

Kepala Seksi Jalur Hijau dan TPU Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan Arwin Adlin Barus mengatakan, empat pohon jenis petai cina yang tumbang sekitar pukul 03.00 WIB ini menimpa jaringan utilitas di sekitar Kali Cideng. "Pohon diduga tumbang akibat curah hujan yang tinggi. Sehingga, debit air naik dan membuat tanah yang menampung pohon menjadi lembek," kata Arwin, Ahad (23/2).

Dia mengatakan, petugas di saat musim hujan ini sudah berstatus siaga bila terdapat informasi pohon tumbang. Ia menjelaskan, penanganan pohon tumbang di lokasi melibatkan 30 petugas gabungan dari Suku Dinas Kehutanan, Suku Dinas Bina Marga, Suku Dinas Sumber Daya Air, dan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan.

Proses penanganan empat pohon yang rata-rata memiliki diameter 80 sentimeter dan tinggi 4 meter ini selesai dikerjakan pada pukul 11.30 WIB. "Petugas menggunakan lima gergaji. Total hasil pemotongan pohon diprediksi bisa sampai empat truk," ujar dia.

Selama musim hujan, kata dia, beberapa hari ini bila curah hujan dan angin tinggi selalu terjadi pohon tumbang di Jakarta. Sebelumnya, Jumat (21/2) lalu, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) telah mengevakuasi pohon tumbang di halaman SMP PGRI 30, Jalan Masjid al-Baidho Raya, RT 02/RW 06, Lubang Buaya, Cipayung, Jumat (21/2).

Lurah Lubang Buaya, Dede Syaefulloh, menginformasikan pohon tersebut tumbang sekitar pukul 03.35 WIB. Ia mengatakan, pohon yang tumbang jenis pohon ceri berdiameter 40 sentimeter dengan tinggi 8 meter. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, pohon tumbang tersebut menutupi halaman sekolah. "Kami kerahkan enam petugas PPSU," ujar Dede.

Kepala Seksi Jalur Hijau Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Bambang mengatakan, pihaknya menerima laporan pukul 09.00 WIB. Pohon tersebut tumbang ketika turun hujan. Kemudian petugas langsung menuju lokasi untuk dilakukan penanganan. Saat ini, pohon sudah berhasil dievakuasi petugas.

Ia menjelaskan, untuk mengevakuasi satu pohon ketapang biola cantik dengan diameter sekitar 40 sentimeter dan tinggi 10 meter itu pihaknya mengerahkan tujuh petugas dan dua gergaji mesin. Selanjutnya, pohon dipotong-potong menjadi bagian kecil. "Petugas yang kami kerahkan tujuh orang," kata Bambang.

Sedangkan pada Rabu (19/2) malam, hujan deras berlangsung sejak malam hingga Kamis pagi membuat tujuh pohon besar tumbang di wilayah Jakarta Barat. Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Barat Djauhari Arifin membenarkan saat itu ada tujuh laporan evakuasi pohon tumbang. "Diketahui ada tujuh pohon tumbang dan sempal dari enam lokasi di Jakarta Barat," kata Arifin.

Di antara tujuh pohon tersebut, yaitu 3 pohon loa, 1 pohon bintaro, 1 pohon angsana, 1 pohon kedondong, dan 1 pohon kedondong laut di kawasan Kebon Jeruk, Palmerah, Kalideres, dan Cengkareng. "Semuanya sudah selesai dievakuasi," kata Arifin.

Dalam data pohon tumbang, terdapat 62 pohon yang telah dilakukan penopingan atau pemangkasan sejak Januari 2020. Hingga kini, sudah sebanyak 656 batang, yakni 538 pemangkasan ringan, 96 pemangkasan sedang, dan 22 pemangkasan berat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement