Ahad 23 Feb 2020 14:34 WIB

Teror Penculikan Anak Balita Meluas

Teror penculikan anak-anak balita di Sragen kembali mencuat.

Rep: Joglosemar/ Red: Joglosemar
Teror Penculikan Anak Balita Meluas
Teror Penculikan Anak Balita Meluas

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Teror penculikan di Sragen kembali mencuat. Bersamaan dengan kemunculan sindikat di Desa Kedawung, Mondokan, aksi serupa juga terjadi di Mojorejo, Karangmalang. Tiga orang pria tak dikenal terdeteksi mendekati dan diduga hendak menculik sekelompok anak-anak balita yang sedang bermain di Dukuh Panji, Mojorejo, Karangmalang.

Satu balita bernama Muhammad Hasbi (1) nyaris menjadi korban. Putra sulung dari Adam Rohmat (25), guru SD Mojorejo asal Dukuh Panji RT 16/8, Mojorejo, Karangmalang itu dipergoki oleh neneknya saat didekati oleh tiga oknum yang diduga hendak berniat jahat. Kepada Joglosemarnews.com, Adam menuturkan insiden percobaan penculikan itu terjadi Kamis (20/2/2020) pagi pukul 10.00 WIB.

Saat itu, putranya ia titipkan ke ibunya yang ada di rumah. "Saya kemadlrin pas sedang di sekolah. Dari keterangan ibu saya, saat itu dia di toko sambil mengawasi anak saya yang main dengan beberapa temannya. Tiba-tiba ada tiga pria tak dikenal yang mendekati anak-anak termasuk anak saya. Gerak-geriknya mencurigakan. Belum sempat memegang atau iming-imingi karena langsung ketahuan. Langsung ibu saya teriak dan lari mengambil anak saya. Tiga pelaku langsung lari," papar Adam, Jumat (21/2/2020).

Adam menguraikan kejadian itu berlangsung di dekat toko ibunya. Meski belum sempat kejadian, insiden itu cukup mengkhawatirkannya sebagai orangtua. Hal itu juga berdampak meresahkan warga terutama yang punya anak-anak balita atau anak kecil. "Karena yang disasar anak-anak masih balita Mas. Kami jadi was-was," tuturnya.

Adam menuturkan pelaku berjumlah tiga orang terdeteksi mengendarai sepeda motor Honda Vario merah. Pelaku kelihatan tidak mengenakan penutup wajah. Sepengetahuannya dan warga, pelaku dipastikan bukan warga sekitar.

Menurutnya, kejadian percobaan penculikan itu yang pertama kali terjadi di wilayahnya. Salah satu tokoh Desa Mojorejo dan Kepala SD, Jatmiko menyampaikan terkait insiden itu, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan memberikan imbauan ke masyarakat dan siswa SD.

"Langkah kami, tadi anak-anak sudah kami beri imbauan agar lebih berhati-hati kalau ada orang asing yang menawarkan atau mengajak, agar tidak mau dan segera melapor. Kepada masyarakat agar lebih waspada dalam mengawasi anak-anaknya saat bermain. Ini sangat meresahkan dan mengganggu ketentraman dan kenyamanan warga.Penting sekali untuk waspada," tukasnya.

Kades Mojorejo, Kecamatan Karangmalang, Suharno tidak menampik kabar percobaan penculikan yang terjadi di wilayahnya. Meski belum sempat terjadi, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar lebih waspada jika ada orang asing yang masuk ke desa dan mendekati anak-anak.

"Karena akhir-akhir ini banyak isu penculikan anak di bawah umur baik di televisi, media sosial dan lainnya. Maka dari itu kita selalu memberikan arahan imbauan kepada masyaakat agar lebih waspada. Kalau ada orang asing dan mencurigakan segera melapor ke perangkat atau Kades," paparnya.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan joglosemarnews.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab joglosemarnews.com.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement