Kamis 20 Feb 2020 20:53 WIB

Pendukung Persebaya Ini Pilih Nonton Final dari Ponsel

Pendukung Persebaya mengaku tidak bisa masuk ke stadion karena pintu sudah ditutup

Ribuan suporter sepak bola mengantre untuk membeli tiket final pertandingan Piala Gubernur Jawa Timur di Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (20/2/2020).
Foto: Antara/Umarul Faruq
Ribuan suporter sepak bola mengantre untuk membeli tiket final pertandingan Piala Gubernur Jawa Timur di Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (20/2/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Pendukung sepak bola Persebaya Surabaya memilih menonton pertandingan melalui telepon genggam di sekitar Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, saat pertandingan final piala Gubernur Jawa Timur 2020, karena tidak kebagian tiket.

"Terpaksa menonton via telepon genggam sekalipun sinyal telepon di sekitar stadion cukup susah," kata Catur Andi Setiawan, pendukung asal Sidoarjo yang menonton laga itu melalui telepon genggam yang disiarkan televisi swasta karena tidak bisa masuk stadion.

Hal sama dilakukan Suherman,warga Surabaya yang juga pendukung sepak bola. "Memang tidak bisa masuk, petugas sudah menutup pintu sektor 2 dan banyak penonton yang di luar stadion," kata dia.

Di sisi lain, penonton yang berada di luar stadion telah disediakan layar besar sebagai sarana menonton bersama pertandingan Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta.

Tetapi, layar besar yang disediakan oleh panitia tidak berjalan dengan baik. Sinar lampu sorot dari proyektor tidak mampu menampilkan gambar secara bagus karena masih sore dan matahari masih bersinar.

Di luar stadion juga sempat terjadi adu dorong antara petugas keamanan dengan penonton yang mencoba merangsek masuk stadion. Penonton yang rata-rata berusia muda ini mencoba masuk dari sektor dua, tetapi oleh petugas terus dihalau.

Hingga akhirnya beberapa penumpang berhasil menerobos masuk sebelumditutup paksa pintu sektor 2 dengan pagar pembatas. Pertandingan ini juga ditonton Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawandan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement