Kamis 20 Feb 2020 18:24 WIB

Dandim Nias Bantu Penyandang Disabilitas Dapat Kursi Palsu

Bantuan kaki palsu buat keduanya diberikan oleh yayasan Lion Grup.

Pekerja menyelesaikan proses pembuatan kaki palsu di Yayasan Peduli Tuna Daksa, Kawasana Sunter Podomoro, Jakarta Utara, Jumat (30/8/2019).
Foto: Thoudy Badai
Pekerja menyelesaikan proses pembuatan kaki palsu di Yayasan Peduli Tuna Daksa, Kawasana Sunter Podomoro, Jakarta Utara, Jumat (30/8/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, NIAS -- Komandan Kodim (Dandim) 0213/Nias, Letkol.Inf.Lobuan Simbolon membantu dua penyandang disabilitas warga Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, mendapat kaki palsu gratis. "Kemaren kita sudah memberangkatkan dua orang penyandang disabilitas yang kakinya putus untuk pemeriksaan dan pengukuran kaki palsu di Medan," katanya di Nias, Kamis (20/02).

Menurut dia, pemeriksaan kepada kedua warga Kota Gunungsitoli penyandang disabilitas tersebut dilakukan pada Sabtu 22 Februari 2020 bersama penyandang disabilitas lainnya dari sejumlah daerah lain. Dia mengaku hanya menfasilitasi dan membiayai seluruh keperluan serta ongkos kedua penyandang disabilitas tersebut sampai di Medan dan kembali lagi ke Kota Gunungsitoli.

Baca Juga

Sedangkan bantuan kaki palsu buat keduanya diberikan oleh yayasan Lion Grup yang telah dilobi sebelumnya. "Lion group meminta kepada kita tiga orang, tetapi kita hanya mendapat dua orang penyandang disabilitas yang membutuhkan kaki palsu," ungkapnya.

Sebelumnya Pasiter Kodim 0213/Nias Kapten Arm Fatolosa Waruwu memberitahu jika keberangkatan kedua penyandang disabilitas bentuk kepedulian Dandim 0213/Nias kepada masyarakat. Dia mengatakan Dandim membiayai seluruh biaya kedua pennyandang disabilitas sampai ke lokasi pengukuran kaki palsu di Medan dan kembali lagi ke Kota Gunungsitololi.

Dari Pasiter Kodim 0213/Nias diketahui jika kedua penyandang disabilitas yang berangkat tersebut adalah Torotodo Telaumbanua (60) warga Desa Onozitoli Sifaoroasi dan Bebalazi Telaumbanua (13) siswa Smp Negeri 2 Gunungsitoli. Torotodo Telaumbanua yang ditemui pada saat pemberangkatan mengaku sangat berterima kasih atas usaha Dandim 0213/Nias sehingga mereka bisa mendapat kaki palsu. "Kaki saya putus akibat kecelakaan dilindas mobil enam tahun yang lalu, namun karena tidak ada biaya saya tidak sanggup membeli kaki palsu," ucapnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement