Kamis 20 Feb 2020 13:32 WIB

Dinkes Bangka Catat 30 Kasus DBD Sejak Januari 2020

Dinkes Kabupaten Bangka mencatat 30 kasus demam berdarah dengue (DBD)

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Seorang kader Ibu Memantau Jentik (Bumantik) menempelkan stiker bebas jentik nyamuk di salah satu rumah warga. Dinkes Kabupaten Bangka mencatat 30 kasus demam berdarah dengue (DBD) sejak Januari 2020. Ilustrasi.
Foto: Antara/Moch Asim
Seorang kader Ibu Memantau Jentik (Bumantik) menempelkan stiker bebas jentik nyamuk di salah satu rumah warga. Dinkes Kabupaten Bangka mencatat 30 kasus demam berdarah dengue (DBD) sejak Januari 2020. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat 30 kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di daerah itu. Keterangan itu disampaikan Kasi Pencegahan dan Pengedalian Penyakit Menular, Surveilans, dan Imuniasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Sopianto.

Dia mengatakan 30 kasus DBD tersebut masing-masing terjadi pada Januari 2020 sebanyak 22 kasus dan Februari 2020 sebanyak delapan kasus. "Angka kasus tersebut jika dibandingkan bulan yang sama pada 2019, lebih rendah. Januari 2019 sebanyak 40 kasus dan Februari 2019 sebanyak 27 kasus," ujarnya pada Kamis (20/2).

Baca Juga

Dia mengatakan salah satu penyebab terjadinya DBD karena adanya perubahan cuaca dari kemarau ke musim hujan. Masa itu adalah masa terjadinya siklus perkembangbiakan jentik nyamuk.

Untuk mencegah perkembangbiakan jentik nyamuk, dia mendorong seluruh masyarakat meningkatkan perilaku hidup bersih dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara metode yang efektif yakni gerakan 3M plus. "Gerakan 3 M plus dilakukan dengan menguras, mengubur, dan menutup tempat penampungan air serta memeriksa jentik nyamuk secara berkala, termasuk penggunaan abate atau abatisasi," kata Sopianto.

Dia menyarankan agar masyarakat di daerahnya untuk mengikuti gerakan pencegahan jentik nyamuk dan segera membawa ke pusat pelayanan kesehatan jika ada yang terduga terkena DBD.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement