Kamis 20 Feb 2020 08:20 WIB

Ratusan Pelajar Protes, Ini Kata Benyamin

Aksi seharusnya tidak dilakukan pelajar yang semestinya fokus mencari ilmu.

Rep: Abdurrahman Rabbani/ Red: Agus Yulianto
Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie
Foto: Republika/Yasin Habibi
Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie

REPUBLIKA.CO.ID,  TANGERANG SELATAN - - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyayangkan aksi protes yang di lakukan pelajar Sekolah Ash Shiddiqiyah di depan proyek pembangunan rusunami di kawasan Bukit Indah, Serua, Ciputat, Tangsel, Rabu (19/2). Pasalnya, aksi tersebut kebanyakan dilakukan oleh siswa SD dan SMP.

"Itulah kenapa mesti terjadi. Itu juga menjadi keprihatinan saya," kata Benyamin.

Benyamin mengatakan, aksi tersebut seharusnya tidak dilakukan pelajar yang semestinya fokus untuk mencari ilmu. Mereka masih sangat muda untuk mengikuti aksi protes tersebut.

Sedangkan terkait  terganggunya proses kegiatan belajar mengajar akibat pembangunan proyek, Benyamin menghimbau, kepada guru di sekolah tersebut untuk tidak melibatkan para murid dalam persoalan yang dikeluhkan.

Menurutnya, hal itu dapat dikoordinasikan dengan melalui perwakilan pihak sekolah seperti guru atau kepala sekolah dalam mengatasi permasalahan yang dialami.  "Bisa guru dan kepala sekolah yang bicara, jangan ada kaya aksi protes gitulah. Saya menyesalkan. Guru jangan mengajak pelajar untuk dibawa ke ranah yang lain," ucapnya.

Dengan demikian, nantinya, Benyamin akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Tangerang Selatan terkait aksi protes para pelajar itu. "Saya belum dapat informasi, nanti saya minta informasi dari Dinas Pendidikan," kata Benyamin.

Sebelumnya, sejumlah siswa dan siswi Sekolah Ash Shiddiqiyah mendatangi proyek pembangunan rusunami yang berlokasi di kawasan Bukit Indah, Serua, Ciputat. Sebagian dari mereka membawa karton dan kertas berisikan keluhan. Mereka protes sebab debu dari proyek pembangunan itu yang kerap memasuki kelas saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Kepala Sekolah Ash Shiddiqiyah, Paisal Aripin mengatakan, mereka bukan melakukan aksi protes tetapi doa bersama. Kegiatan ini sebagai bentuk ekpresi atas apa yang mereka alami akibat pembangunan rusunami tersebut. 

Berita Terkait
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi