Rabu 19 Feb 2020 19:15 WIB

PP Muhammadiyah-UMSU Gelar Seminar Pra-Muktamar 2020

Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah diharapkan memberikan masukan ide dan gagasan.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kiri) berbincang dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat audiensi tentang rencana penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah ke-48, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (5/2/2020).
Foto: Antara/R. Rekotomo
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kiri) berbincang dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat audiensi tentang rencana penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah ke-48, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (5/2/2020).

REPUBLIKA.CO.ID,MEDAN -- Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara akan menggelar Seminar Pra-Muktamar Muhammadiyah 2020 bertajuk "Jalan Baru Gerakan Kemanusiaan Muhammadiyah" di Medan pada Sabtu (22/2).

"UMSU menjadi salah satu universitas yang ditunjuk untuk menyelenggarakan seminar Pra Muktamar Muhammadiyah yang diharapkan bisa memberikan masukan ide dan gagasan untuk pelaksanaan Mukramar Muhammadiyah pada Tanggal 1- 5 Juli 2020 di Solo," kata Rektor UMSU Dr Agussani di Medan, Rabu (19/2).

Ia mengatakan untuk pelaksanaan seminar Pra Muktamar Muhammadiyah 2020, pihak panitia UMSU telah mempersiapkan berbagai hal yang terkait untuk kelancaran kegiatan. Termasuk berkoordinasi dengan pengurus wilayah dan daerah Muhammadiyah.

"Kamiberharap kegiatan seminar Pra Muktamar Muhammadiyah 2020 ini bisa memberikan kontribusi pemikiran sebagai bahan masukkan bagi para peserta muktamar," katanya.

 

Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah yang dilaksanakan di Kampus Utama UMSU Jalan Kapten Mukhtar Basri, Medan, Sabtu (22/2) akan menghadirkan Drs.H. Marpuji Ali, M.Si, Wakil Bendahara PP Muhammadiyah, sebagai pembicara kunci.

Seminar akan dilaksanakan dua sesi, pertama menampilkan narasumber Prof. Dr. Syamsul Anwar, M.A yang akan membahas, "Spektrum dan Akar Masalah-masalah Kemanusiaan: Perspektif Agama". Selanjutnya Nurhadi, Phd dengan makalah "Spektrum dan Akar Masalah-masalah Kemanusiaan: Perspektif Sosial dan Budaya".

Narasumber berikutnya, Dr. M. Qorib dengan makalah, "Pelayanan dan Pemihakan Kelompok Difabel: Perspektif Agama". Narasumber berikutnya, Bahrul Fuad,

Untuk peserta jumlah yang diundang dalam kegiatan ini sebanyak 100-150 orang dari berbagai kalangan, akademisi, aktivis NGO, tokoh lintas agama, tokoh ormas, jurnalis/media, civitas perguruan tinggi baik dari internal Muhammadiyah maupun dari kalangan luar Muhammadiyah, serta publik secara luas.

"Kehadiran para tokoh lintas agama, ormas dan aktifis ini diharapkan akan menghasilkan ide dan gagasan dari berbagai perspektif untuk kemajuan gerakan dakwah Muhammadiyah ke depan," katanya.

 

sumber : ANTARA
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement