Selasa 18 Feb 2020 14:11 WIB

Mahasiswa Jalani Kuliah Online Usai Dikarantina di Natuna

Empat mahasiswa asal Sultra yang berkuliah di China akan jalani kuliah online

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Warga Negara Indonesia (WNI) telah menjalani masa karantina selama 14 hari di Natuna. Empat mahasiswa asal Sultra yang berkuliah di China akan jalani kuliah online dari Indonesia usai dikarantina. Ilustrasi.
Foto: Antara/Bayu Pratama
Warga Negara Indonesia (WNI) telah menjalani masa karantina selama 14 hari di Natuna. Empat mahasiswa asal Sultra yang berkuliah di China akan jalani kuliah online dari Indonesia usai dikarantina. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI - Empat mahasiswa asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang baru saja melalui masa karantina di Natuna dan dipulangkan ke tiga kabupaten dan kota di Sultra mulai melakukan kuliah daring (online). Mereka melakukan kuliah daring dari Indonesia ke kampusnya di Hubei University of Science and Technology, Wuhan, China.

"Khusus mahasiswa dari Sultra, perkuliahan secara online dimulai hari ini. Tetapi kami minta kebijakan ke pihak kampus agar diundur besok karena kami baru tiba di daerah asal," kata Yayu Indah Maharani Hidayatullah, Selasa (17/2). Yayu adalah mahasiswa asal Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.

Baca Juga

Yayu tercatat sebagai mahasiswa kedokteran di Hubei University of Science and Technology, China. Menurutnya proses belajar mengajar atau perkuliahan saat ini dilakukan secara online menggunakan aplikasi.

"Semua mahasiswa yang menuntut ilmu di Hubei University of Science and Technology China saat ini melakukan perkuliahan secara online karena di kampus sana untuk sementara tidak ada aktivitas kuliah," katanya.

Isak tangis dan haru menyelimuti suasana saat empat mahasiswa itu bertemu dengan keluarga ketika penjemputan di Bandara Haluoleo Kendari. Hidayatullah, orang tua salah seorang mahasiswa mengaku bangga terharu dan senang karena bisa bertemu dengan Yayu Indah Maharani, putri sulungnya tersebut.

"Susah saya ungkapkan rasa haru dan bahagia ini, yang jelas air mata sudah habis menetes selama ini ketika kasus virus Corona mencuat," katanya.

Empat mahasiswa asal Sultra yang tiba menggunakan maskapai penerbangan Batik Air itu yakni Yayu Indah Maharani Hidayatullah, Fitri Indar Dewi, Klarasani Nurrahmi Safitri, dan Nia Daniati Rusli.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement