Selasa 18 Feb 2020 01:42 WIB

Polemik Kerajaan Galuh, Wagub Uu: Lebih Baik Berpikir Maju

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum enggan berkomentar soal polemik kerajaan Galuh.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Bayu Hermawan
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum di Kabupaten Ciamis, Senin (17/2).
Foto: Republika/Bayu Adji P
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum di Kabupaten Ciamis, Senin (17/2).

REPUBLIKA.CO.ID, CIAMIS -- Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum tak mau banyak berkomentar soal polemik mengenai Kabupaten Ciamis dan Kerajaan Galuh. Ia lebih memilih berpandangan ke depan daripada buang energi untuk masalah yang bukan merupakan kompetensinya.

"Kalau masalah sejarah, saya tak bisa buat keputusan karena bukan ahli sejarah. Tapi secara pribadi saya ikut saja pada tata naskah yang sudah ditulis ahli sejarah sebelumnya, bahwa Kerajaan Galuh itu ada," kata dia saat ditanyai mengenai polemik Kabupaten Cimais dan Kerajaan Galuh, Senin (17/2).

Baca Juga

Daripada mempermasalahkan hal semacam itu, ia memilih fokus berpikir ke depan. Sebab, sebagai kepala daerah, ia merasa punya tugas untuk membuat perekonomian Jabar lebih naju, serta pendidikan dan kesehatan masyarakat Jabar terjamin.

Kendati demikian, ia mengingatkan agar warganya tak lupa akan sejarah. Menurut Uu, sejarah memiliki banyak nilai kebaikan dan patriotisme yang bisa diteladani dan diterapkan dalam kehidupan hari ini.

"Tapi daripada polemik masalah itu, kita harus cari solusi agar Jabar maju dan juara," ujarnya.

Sebelumnya, melalui media sosial Youtube budayawan Ridwan Saidi membuat pernyataan kontroversial. Ia menyebut galuh berarti brutal dan tak pernah ada kerajaan di Ciamis.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement