Senin 17 Feb 2020 20:29 WIB

Polri Ingin Semua Anggotanya Memahami HAM

Polri ingin semua anggotanya memahami soal hak asasi manusia (HAM).

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Bayu Hermawan
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono
Foto: Republika/Haura Hafizhah
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono mengatakansemua anggota kepolisian harus memahami Hak Asasi Manusia (HAM) terutama anggota polisi yang bertugas di lapangan dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Ia berharap, buku saku HAM yang dibuat bersama Komnas HAM bisa membuat kinerja pihak kepolisian lebih baik kedepannya.

"Namanya Polri kan institusi besar ya jumlah anggotanya 450 ribu lebih ya disana. Mereka harus bisa memahami tentang HAM. Makanya kami butuh buku saku HAM dan tentunya dengan adanya buku tersebut kinerja mereka akan lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya," kata Argo di Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (17/2).

Baca Juga

Kemudian, ia melanjutkan akan membahas lebih lanjut terkait buku saku HAM dengan Komnas HAM. Sebab, pertemuan ini baru dilakukan satu kali. "Kami masih ada rapat lebih lanjut. Ya intinya bahwa anggota polisi di lapangan harus lebih mengetahui dan memahami  HAM," katanya.

Sebelumnya diketahui, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengunjungi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada Senin (17/2). Mereka datang ke Komnas HAM untuk membahas lebih lanjut terkait buku saku HAM. Sebab, nantinya buku saku tersebut akan diberikan ke seluruh anggota Polri agar mereka semakin memahami arti HAM di masyarakat.

"Rencana pertama kami akan memperbaharui MoU dan ada rencana bersama untuk bikin satu modul dalam bentuk buku saku HAM yang nanti akan dibagikan kepada seluruh anggota-anggota yang ada pada dinas operasional seperti Brimob, Sabhara, Lalu lintas, dan sebagainya," kata Kapolri Jenderal Idham Azis di Komnas HAM, Jakarta Pusat.

Ia mengaku sebenarnya sudah lama ia merencanakan pertemuan dengan Ketua (Komnas HAM). Namun, pertemuan tersebut baru terealisasi hari ini. "Ya karena kesibukan kami masing-masing. Sehingga baru bisa ketemu," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement