Senin 17 Feb 2020 16:46 WIB

Ekspor Jatim Meningkat 4,24 Persen

Peningkatan ekspor Jatim didorong oleh pertumbuhan ekspor nonmigas.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Friska Yolanda
Kapal tunda (tug boat) melintas di perairan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Selasa (2/7). Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, ekspor Jatim pada Januari 2020 mengalami peningkatan sebesar 4,24 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Foto: Antara/Didik Suhartono
Kapal tunda (tug boat) melintas di perairan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, Selasa (2/7). Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, ekspor Jatim pada Januari 2020 mengalami peningkatan sebesar 4,24 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, ekspor Jatim pada Januari 2020 mengalami peningkatan sebesar 4,24 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Ekspor Jatim tercatat naik dari 1,725 miliar dolar AS, menjadi 1,798 miliar dolar AS. Pun, jika dibandingkan Januari 2019, nilai ekspor Jatim meningkat signifikan, yaitu sebesar 17,85 persen.

"Kenaikan nilai ekspor yang signifikan tersebut lebih disebabkan oleh kinerja ekspor sektor nonmigas yang meningkat signifikan, walaupun ekspor migas mengalami penurunan," kata Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jalan Kemdangsari, Surabaya, Senin (17/2).

Baca Juga

Dadang menjelaskan, bila dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor komoditas nonmigas Jatim pada Januari 2020 meningkat sebesar 6,68 persen, yaitu dari 1,654 miliar dolar AS, menjadi 1,764 miliar dolar AS. Nilai ekspor nonmigas tersebut menyumbang sebesar 98,11 persen dari total ekspor Jatim pada Januari 2020.

"Dibandingkan Januari 2019, nilai ekspor nonmigas Jatim juga mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 19,31 persen," ujar Dadang.

Dadang melanjutkan, hal sebaliknya justru terjadi pada komoditas migas yang turun drastis. Dimana penurunannya mencapai 52,40 persen dibanding bulan sebelumnya. Yaitu dari 71,39 juta dolar AS, menjadi 33,98 juta dolar AS. Namun demikian, komoditas migas hanya menyumbang 1,89 persen dari total ekspor Jawa Timur pada Januari 2020.

"Dibandingkan Januari 2019 nilai ekspor migas juga turun drastis, yakni sebesar 28,02 persen," kata Dadang.

Dadang mengungkapkan, jika dikelompokkan berdasarkan golongan barang, pada Januari 2020 golongan Perhiasan/Permata (HS 71) menjadi komoditas ekspor nonmigas utama Jawa Timur dengan nilai transaksi sebesar 407,25 juta dolar AS. Nilai tersebut naik sebesar 126,44 persen jika dibandingkan transaksi bulan sebelumnya yang hanya 179,85 juta dolar AS.

"Perhiasan/ Permata berkontribusi sebesar 23,08 persen pada total ekspor nonmigas Jawa Timur bulan ini. Golongan komoditas ini paling banyak diekspor ke Singapura dengan nilai 127,26 juta dolar AS," kata Dadang.

Dadang mangatakan, untuk impor Jawa Timur pada Januari 2020, mengalami penurunan sebesar 1,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari 2,05 miliar dolar AS, menjadi 2,02 miliar dolar AS. Penurunan ditunjukkan oleh kinerja impor sektor nonmigas yang turun, meskipun impor sektor migas justru mengalami kenaikan.

Impor migas Januari 2020 ke Jawa Timur mengalami peningkatan sebesar 6,27 persen, dari 454,86 juta dolar AS, menjadi 483,36 juta dolar AS. Impor migas tersebut menyumbang 23,87 persen dari total impor Januari 2020. Nilai impor migas juga mengalami peningkatan sebesar 59,89 persen bila dibandingkan dengan Januari 2019.

Sedangkan impor nonmigas, kata Dadang, justru turun sebesar 3,18 persen dibanding bulan sebelumnya, yaitu dari 1.592,22 juta dolar AS menjadi 1.541,61 juta dolar AS. Impor nonmigas menyumbang 76,13 persen terhadap total impor Januari 2020 ke Jawa Timur. Apabila dibandingkan Januari 2019, nilai impor nonmigas juga masih mengalami penurunan sebesar 11,75 persen.

Dadang mengungkapkan, pada Januari 2020, golongan Mesin-mesin/Pesawat Mekanik (HS 84) merupakan komoditi utama impor Jawa Timur, dengan nilai transaksi sebesar 255,30 juta dolar AS. Naik sebesar 54,56 persen dari bulan sebelumnya yang hanya 165,18 juta. Kelompok barang ini mempunyai peranan 16,56 persen dari total impor nonmigas Jawa Timur, dan utamanya diimpor dari China sebesar 102,61 juta dolar AS.

"Nilai neraca perdagangan Jawa Timur selama Januari 2020 mengalami defisit sebesar 226,61 juta dolar AS. Sektor nonmigas mengalami surplus sebesar 222,77 juta dolar AS, dan migas mengalami defisit 449,38 juta dolar AS," kata Dadang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement