Ahad 16 Feb 2020 21:07 WIB

Jasa Marga Pastikan Cipularang KM 118 Aman Dilalui

Tol Cipularang KM 118 sempat longsor pada Sabtu pekan lalu dan tengah diperbaiki.

Pekerja saat menyelesaikan perbaikan Jalan Tol Cipularang (ilustrasi). Humas PT Jasa Marga Nandang Elan memastikan tidak ada longsor susulan di kilometer 118 Tol Cipularang, Kabupaten Bandung Barat.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pekerja saat menyelesaikan perbaikan Jalan Tol Cipularang (ilustrasi). Humas PT Jasa Marga Nandang Elan memastikan tidak ada longsor susulan di kilometer 118 Tol Cipularang, Kabupaten Bandung Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Humas PT Jasa Marga Nandang Elan memastikan tidak ada longsor susulan di kilometer 118 Tol Cipularang, Kabupaten Bandung Barat. Jasa Marga memastikan jalan tersebut tetap bisa dilalui.

Nandang mengatakan, sejak Ahad (16/2), jalan tersebut mengalami kepadatan yang cukup panjang. Menurut Nandang, di Bandung, Ahad, kepadatan tersebut disebabkan pengendara yang memperlambat kendaraannya saat melintasi kawasan bekas longsor.

Baca Juga

"Sebagian pengemudi melambatkan perjalanannya di titik 118. Mungkin karena beberapa yang viral atau hoakslongsor tentang KM 118," kata Nandang, Ahad (16/2).

Sebelumnya, di media sosial ramai menyebar tentang longsor yang kembali terjadi di kawasan Tol Cipularang KM 118 atau tepatnya di Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat itu. Adapun kabar bohong tersebut disertai dengan foto udara yang menampilkan sisi kanan dan kiri jalan tol yang longsor. PT Jasa Marga menyampaikan bahwa foto tersebut diambil pada Sabtu (11/2).

PT Jasa Marga menyatakan kabar yang beredar hingga menimbulkan persepsi tentang ancaman tol yang akan terputus itu tidak benar atau hoaks.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan kepadatan tersebut terjadi karena sedang ada pengerjaan perbaikan pasca longsor di kawasan itu. Sehingga terjadi penyempitan arus di kawasan tersebut. Bahu jalan yang biasa dilalui ketika terjadi kepadatan kini ditutup oleh rubbercone.

"Bahu jalan yang biasa dipakai oleh pemakai jalan terutama di ruas Cipularang Km 118+600 jalur B, sekarang tertutup dengan pemasangan rambu dan rubbercone," katanya.

Dia mengimbau kepada pengendara dari Bandung menuju Cikampek agar menggunakan jalan alternatif lain. Di antaranya menggunakan jalur Lembang-Subang-Purwakarta-Tol Cikampek, kemudian jalur alternatif melalui Padalarang-Cianjur-Puncak.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement