Sabtu 15 Feb 2020 19:09 WIB

BPS Bakal Rekrut 390 Ribu Petugas Sensus pada April

390 ribu petugas sensus akan dilatih selama dua bulan sebelum 1 Juli turun lapangan

Rep: Febryan A/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Sekretaris Utama BPS Adi Lumaksono sedang memberikan pemaparan terkait Sensus Penduduk 2020 di Kantor BPS, Jakarta, Sabtu (15/2).
Foto: Republika/Febryan.A
Sekretaris Utama BPS Adi Lumaksono sedang memberikan pemaparan terkait Sensus Penduduk 2020 di Kantor BPS, Jakarta, Sabtu (15/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) akan merekrut 390 ribu orang untuk menjadi petugas pendata masyarakat dalam Sensus Penduduk 2020 (SP2020). Perekrutan yang akan dilaksanakan pada April 2020 itu mensyaratkan calon pelamar minimal berijazah Sekolah Menengah Atas (SMA).

Sekretaris Utama BPS Adi Lumaksono, mengatakan, pihaknya membuka 390 ribu lowongan itu lantaran SP2020 tidak hanya berupa sensus daring, tapi juga pendataan secara tatap muka. Dengan target partisipasi sensus daring sebesar 23 persen penduduk Indonesia, berarti sisanya bakal didata secara langsung oleh petugas pada Juli 2020.

"390 ribu itu baru pada bulan April direkrut. Bulan Mei dan Juni kita latih. Juli baru turun lapangan," kata Adi di Kantor BPS, Jakarta, Sabtu (15/2).

Adi menyebut, calon petugas yang hendak mendaftar minimal harus memiliki ijazah SMA. Bila diterima, maka para petugas itu akan dilatih terlebih dahulu beberapa kali agar bisa bekerja sesuai standar BPS.

"Nanti kalau dia tidak mampu ya tidak jadi kita rekrut. Jadi yang kita rekrut itu memang yang memahami pertanyaan sensus," ujar Adi. Adapun peranti yang bakal digunakan petugas, lanjut dia, adalah tablet yang sudah memuat daftar pertanyaan. Penggunaan tablet yang juga tersambung ke internet itu disebut akan membuat pekerjaan petugas lebih mudah dan data juga bakal lebih cepat masuk ke sistem.

Sedangkan untuk wilayah minim akses internet, petugas akan dibekali kuesioner kertas yang bisa dipindai untuk mengirimkan hasilnya ke sistem. SP 2020 secara daring dimulai sejak 15 Februari - 31 Maret 2020. Sedangkan sensus langsung akan berlangsung mulai 1 Juli - 31 Juli 2020.

Dalam SP2020, BPS menggunakan metode kombinasi (combine method) dengan basis data dasar dari data administrasi pendudukan dari Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Sensus kali ini diharapkan bakal menghasilkan satu data kependudukan.

Data penduduk yang dihasilkan melalui SP2020 akan dijadikan data acuan dalam membuat kebijakan di berbagai bidang seperti pangan, pendidikan, kesehatan, perumahan, dan lain sebagainya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement