Jumat 14 Feb 2020 09:40 WIB

Dinkes DIY Minta Masyarakat tak Cemas Soal Corona

Memeriksakan kesehatan rutin juga sangat diperlukan.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Agus Yulianto
Kematian akibat virus corona, ilustrasi
Foto: Republika
Kematian akibat virus corona, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Dinas Kesehatan DIY meminta masyarakat agar tidak cemas akan penyebaran virus corona di Indonesia, khususnya DIY. Masyarakat pun diharapkan sepenuhnya mempercayakan pencegahan dan penanganan penyebaran virus ini kepada petugas kesehatan.  

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengandalian Penyakit Dinas Kesehatan (P2P Dinkes) DIY Berty Murtiningsih mengatakan, saat ini ada keresahan dj masyarakat akan virus ini. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir dan diimbau untuk tetap tenang. 

Menjawab keresahan masyarakat tersebut, dia menyebut, perlu adanya pencegahan yang serius. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terkait pencegahan dan penanganan jika ada yang terjangkit virus corona.  

"Kami memberikan edukasi melalui berbagai media, dengan selalu menekankan pentingnya mencuci tangan saat atau setelah bepergian dan juga ketika akan makan," kata Berty di dalam seminar Medical Update Symposium: Novel-Coronavirus (2019-nCov) The World Outbreak di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, Kamis (13/02). 

Selain itu, menggunakan masker juga menjadi hal yang penting bagi orang yang terjangkit corona guna mencegah penularan kepada orang lain. Memeriksakan kesehatan rutin, ujar Berty, juga sangat diperlukan jika ada gejala tertular virus corona. 

"Jika memang memiliki gejala-gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, flu, sesak nafas, batuk parah, dan sakit tenggorokan dihimbau untuk merujuk ke rumah sakit terdekat agar mendapatpenanganan," ujarnya. 

Dia pun menyinggung terkait belum adanya kasus positif kasus ini di Indonesia. Terlebih, kasus ini sudah menjadi perhatian dunia dimana per 31 Januari 2020 World Health Organization (WHO) telah mengumumkan terjadinya keadaan darurat global terhadap penyebaran virus corona. 

"Dari 64 yang diduga terjangkit (di Indonesia), 62 negatif. Sementara yang dua sedang dalam penanganan intensif. Perwakilan WHO bahkan sudah ada yang berkunjung ke Indonesia, dan memastikan Indonesia tidak ada yang positif Corona. Jadi jangan khawatir, percayakan semua penanganan kepada kami,” kata Berty. 

Perwakilan Kantor Kesehatan Pelabuhan DIY, Meristika Yuliana Dewi mengatakan, pengawasan di pintu masuk internasional pun diperketat. Baik di wilayah perbatasan, pelabuhan maupun bandara guna mencegah penyebaran virus ini.  

"Pengawasan di pintu masuk negara berupa pemeriksaan barang bawaan apa saja seperti hewan, tumbuhan, dan barang lainnya. Juga dipasang alat termal scanner. Saya juga berharap masyarakat tidak resah," ujarnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement