Kamis 13 Feb 2020 06:15 WIB

Kongres PAN Rusuh, Mulfachri Dituduh Bawa Preman

Tuduhan itu disampaikan Ketua Panitia Daerah Kongres V PAN asal Sulteng, Abdul Rahman

Calon ketua umum PAN, Mulfachri Harahap dituding membawa preman ke Kongres PAN di Kendari.
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Calon ketua umum PAN, Mulfachri Harahap dituding membawa preman ke Kongres PAN di Kendari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu kandidat calon ketua umum PAN, Mulfachri Harahap dituduh sebagai biang kericuhan pada Kongres Partai Amanat Nasional (PAN) di Kendari. Mulfachri dituding membawa preman ke arena Kongres di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara. Mulfachri sendiri harus mengakui pesaing terberatnya, sekaligus pejawat Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan yang terpilih sebagai Ketum PAN untuk kedua kalinya.

Ketua Panitia Daerah Kongres V PAN asal Sulawesi Tenggara, Abdul Rahman Saleh mengaku menyaksikan kericuhan tersebut. Ia mengatakan kejadian itu terjadi setelah sidang kongres dimulai kembali pascaskorsing.

Baca Juga

"Mulfachri merangsek masuk ke arena kongres dengan ratusan preman yang sudah disiapkan dari Maluku," ujar Abdul Rahman saat dikonfirmasi, Rabu (12/2).

photo
Ketua Umum PAN terpilih, Zulkifli Hasan merangkul pesaingnya Mulfachri Harahap usai penghitungan suara, di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2).

Mulfachri, kata dia, juga memimpin langsung para preman tersebut dengan memberitahu siapa yang harus jadi target kemarahannya. Menurutnya, di arena Kongres PAN situasi semakin mencekam karena Mulfachri Harahap ingin menghalalkan segala cara merebut kursi ketum tersebut.

"Korban kericuhan Tedi Kurniawan ketua DPD Tanggamus, Lampung mengalami luka lima jahitan membenarkan aksi premanisme tersebut," keluhnya.

photo
Kericuhan antar dua kubu pendukung calon Ketua Umum PAN saat sidang pleno Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020).

Seperti diberitakan Republika.co.id, aparat Kepolisian Sulawesi Tenggara telah mengamankan tiga orang perusuh yang diduga telah membuat onar di sekitar lokasi Kongres PAN. Kapolda Sultra, Brigjen Polisi Merdisyam mengatakan, tiga pemuda yang diduga sebagai otak keributan itu tengah dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik Polda Sultra.

"Polisi terpaksa mengamankan tiga pemuda itu karena yang bersangkutan terbukti sebagai orang yang membuat keributan di dalam ruangan saat pelaksanaan Kongres berlangsung," katanya, Rabu (12/2).

photo
Kericuhan antar dua kubu pendukung calon Ketua Umum PAN saat sidang pleno Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020).

Ia mengatakan keributan yang terjadi pada arena Kongres pada (11/2) itu tidak berlangsung lama. Saat keributan yang diwarnai aksi lempar kursi, aparat langsung memblokade pintu masuk gedung untuk mengantisipasi peserta luar menyusup masuk dalam area gedung kongres.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut kericuhan yang terjadi pada pelaksanaan Kongres ke-V PAN dilakukan oleh orang dari luar partai. Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum PAN saat menutup Kongres PAN yang dilaksanakan di Hotel Claro, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu.

"Saya minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, kepada seluruh simpatisan PAN atas apa yang terjadi," kata Zulkifli, Rabu.

photo
Ketua Umum PAN periode 2020-2025 Zulkifli Hasan (kedua kanan), Ketua MPP PAN Hatta Rajasa (kedua kiri) dan sejumlah pengurus PAN memberi keterangan pers pada Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (12/2/2020).

Mantan Ketua MPR RI itu meyakini bahwa kader-kader PAN akan dewasa dan bisa menyelesaikan persoalan-persoalan dengan baik, apalagi kongres tersebut merupakan kongres ke-V. "Risiko demokrasi, demokrasi itu kan semua orang mempunyai hak yang sama, boleh mengekspresikan seperti apa. Hanya memang kita sayangkan ada orang luar yang terlibat. Saya kira itu yang membuat kursi-kursi melayang. Karena itu saya minta maaf," ujarnya.

Sampai berita ini diturunkan, Republika.co.id masih mencoba mengkonfirmasi kepada Mulfachri terkait tudingan tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement